Kunjungi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari, Mas Menteri Terpukau

Kunjungi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari, Mas Menteri Terpukau Kredit Foto: Dok. Kemendikbudristek

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meninjau Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asyari (MINHA) yang pendiriannya didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pada kesempatan ini, Mendikbudristek antusias melihat persiapan MINHA untuk segera menyelenggarakan pameran dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan.

"Selain informatif, juga sajiannya menarik dan dapat menjadi rujukan bagi pengunjung terkait peran kerajaan/kesultanan serta tokoh-tokoh Islam pada masa sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan, serta pasca kemerdekaan," diungkapkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Jombang yang dikutip pada Minggu (24/10/2021).

Kata dia, Museum ini didirikan di lokasi yang strategis dan lingkungan pendidikan, sehingga selain menjadi ruang publik.  Ia mengharapankan dapat memperkuat Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Baca Juga: Kemendikbudristek Gelar Program Guru Penggerak Angkatan 4, Ada 8.053 Guru Jalani Pendidikan

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK), Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Judi Wahjudin yang turut mendampingi mengungkapkan tingginya minat generasi muda dalam mempelajari sejarah.

Hal tersebut terlihat dari semakin meningkatnya komunitas-komunitas yang berkaitan dengan sejarah serta bertambahnya kunjungan generasi muda ke museum dan munculnya berbagai konten di media sosial yang berkaitan dengan kesejarahan.

Sejarah, terang Direktur PTLK, merupakan asal usul serta identitas sebuah bangsa. Sejarah merupakan dokumentasi perjalanan panjang sebuah bangsa.

"Sejarah juga merupakan lumbung ilmu pengetahuan, nilai-nilai, serta suritauladan yang dapat menjadi pijakan serta referensi agar bangsa kita tak kehilangan arah dan senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur yang sudah ditetapkan para pendahulu serta teruji oleh jaman," kata Judi.

Sementara itu, MINHA, kata Judi, merepresentasikan Islam di nusantara yang inklusif, toleran, gotong royong, dan menjaga nilai-nilai kebinekaan. Untuk itu, bersama pengelola museum, Ditjen Kebudayaan sedang mempersiapkan beragam agenda pelibatan generasi muda dalam kegiatan museum.

“Sebagai langkah awal adalah dengan mengajak generasi muda untuk menemukenali kembali sejarah bangsanya melalui media kekinian yang menyenangkan (fun) dan dekat dengan dunia generasi muda. Misalnya melalui permainan kesejarahan, animasi dan komik sejarah, film dokumenter, pelatihan vlog dan creator content, teater dan sastra, lomba-lomba kreativitas, dan sebagainya,” terang Judi Wahjudin.

Selain itu, ia juga mengajak kaum muda bereksplorasi, mencari, dan menuliskan (mendokumentasikan) peristiwa dan bukti-bukti sejarah, sehingga dapat disajikan secara menarik ke publik.

"Marilah kita menemukenali sejarah bangsa dan asal usul kita agar kita bisa hidup lebih baik di masa kini dan masa yang akan datang," ajaknya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini