Hasto PDIP Sindir SBY: Jangan Bicara Sesuatu yang Belum Terjadi, Kayak Peramal Aja!

Hasto PDIP Sindir SBY: Jangan Bicara Sesuatu yang Belum Terjadi, Kayak Peramal Aja! Kredit Foto: Twitter/Hasto Kristiyanto

Perseteruan antara PDIP dan Partai Demokrat, buntut dari pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai kecurangan Pemilu 2024 belum usai.

Terbaru, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto kembali menyindir SBY di hadapan para kadernya. Ia menyebut SBY yang juga mantan Presiden ke-6 RI mirip seperti peramal.

"Kalau pemimpin bicaranya ini terjadi kecurangan pemilu, ini ada kecurangan pemilu, padahal pemilunya saja belum berjalan," kata Hasto dalam pidatonya di acara Pendidikan Kader Pratama (PKP) yang diinisiasi oleh DPC PDIP Kota Tangerang Selatan di Sekolah Partai, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Unggah Video Lawas, Guntur Romli Sindir SBY: Orang yang Menuduh Pemilu Curang Dulunya Sering Curang

Lebih lanjut, Hasto pun meminta para kader PDIP tidak diam menyikapi narasi kecurangan Pemilu yang digulirkan SBY.

Ia juga tidak terima jika ada pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ketika itu ditujukan kepada Pak Jokowi yang tugasnya saat ini berat. Kami membela Pak Jokowi saudara sekalian. Cuma jangan emosi," ungkap pria kelahiran Yogyakarta itu.

Baca Juga: Hasto PDI Perjuangan Layangkan Pukulan Telak ke Demokrat: Jawab Saja Kenapa Data Pemilu 2009 Dimusnahkan?

Hasto mengatakan pemimpin negara seharusnya menunjukkan intelektualitas dalam berpolitik seperti yang ditunjukkan Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.

Semisal, katanya, Bung Karno selalu memerhatikan terjadinya feodalisme di tingkat global, sampai terjadi revolusi Prancis.

Baca Juga: SBY Terlalu Sakti, Sudah Bisa Terawang Kecurangan Pemilu 2024, Eh Malah Dikata-katain Hasto Sampai Disebut Nggak Punya Adab, Ya Ampun!

Tidak hanya itu, kata dia, Bung Karno turut mempelajari Leninisme, Marxisme, dan Sosialisme hingga akhirnya Presiden pertama RI itu melahirkan Pancasila sebagai puncak ideologi dunia.

"Namanya pemimpin berbicara memadukan masa lalu untuk menyelesaikan masalah sekarang dan masa depan. Membangun masa depan, itu namanya pemimpin," kata Hasto.

Baca Juga: Sudah Ditolak Mahasiswa, Hasto PDIP Malah Kena Nyinyir Yan Demokrat

Dia dalam kesempatan yang sama turut menyinggung tentang perlunya kader PDIP bisa menjawab partai pencari panggung dari kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurut Hasto, kader PDIP memberikan jawaban.

"Ketika ada partai yang memasang spanduk di mana-mana, jelaskan, dahulu blok Cepu diberikan kepada ExxonMobil, anda duduk di situ. Coba dikelola Pertamina, kita berdaulat," ujarnya.

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini