PDIP Bentuk Dewan Kolonel, Rocky Gerung Jadi Ingat Kolonel Untung dan Dewan Jenderal

PDIP Bentuk Dewan Kolonel, Rocky Gerung Jadi Ingat Kolonel Untung dan Dewan Jenderal Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Sejumlah anggota DPR Fraksi PDIP membentuk tim khusus bernama Dewan Kolonel untuk menyokong Puan Maharani maju di Pilpres 2024. T

Terbentuknya Dewan Kolonel ini menyedot perhatian publik, tak terkecuali akademisi Rocky Gerung. Ia menyebut, keberadaan Dewan Kolonel merupakan bagian dari strategi politik PDIP untuk menghadapi Pemilu 2024.

"Ya itu yang sedang menarik, bicara tentang strategi PDIP untuk mengatur politik melalui Dewan Kolonel, kan itu yang lagi heboh sekarang," ujar Rocky, dikutip dari kanal YouTube-nya, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Dewan Kolonel Disebut Hanya Guyonan, DPP PDIP Tidak Merestui Keberadaannya?

Namun penamaan Dewan Kolonel ini memang sangat mencuri perhatian publik, apalagi karena secara kebetulan terbentuk pada bulan September yang erat akan peristiwa G30S.

Menanggapinya, Rocky menilai posisi "kolonel" di kesatuan masih efektif untuk memegang komando, tetapi tidak terlalu politis bila dibandingkan dengan istilah "jenderal".

"Kalau ada kata kolonel dalam politik mengingatkan kita pada Kolonel Untung (Letkol Untung) di Indonesia. Tapi ada juga Kolonel Khadafi, Gringo Honasan," tutur Rocky.

Baca Juga: Gak Mau Kalah dengan Dewan Kolonel, Sukarelawan Ganjar Bentuk Dewan Kopral

"Jadi memang kedudukan kolonel itu paling efektif karena masih memegang komando. Kalau sudah jenderal kan sudah elit, sifatnya lebih politis. (Penamaan) Dewan Kolonel tentu untuk efektivitas komando," sambungnya.

Namun penamaan kelompok ini sebenarnya berpotensi memunculkan beragam pertanyaan usil, apalagi untuk Trah Soekarno yang berkaitan erat dengan isu Dewan Jenderal pada tahun 1965 silam.

"(Tapi) pasti itu sudah diperhitungkan, istilah Dewan Jenderal atau Dewan Kolonel," balas Rocky. "(Memang mengingatkan) dengan nama-nama tadi, ada Gringo Honasan, Kolonel Untung, tapi ada juga Kolonel Soeharto."

Baca Juga: Tidak Sesuai AD/ART Partai, Sekjen PDIP Ungkap Tidak Ada Dewan Kolonel!

"Tapi kelihatannya yang dimaksudkan ada efisiensi dalam organisasi, karena kan Mbak Puan harus digelontorkan suara, digelontorkan maksudnya dinaikkan popularitasnya. Ya mungkin sistem yang dipandu oleh tradisi kolonel itu yang menaikkan Mbak Puan," lanjut Rocky.

Karena itulah, Rocky meminta jangan ada insinuasi yang mengarahkan pembentukan Dewan Kolonel dengan isu-isu seperti Dewan Jenderal dan sebagainya.

Justru publik sebaiknya menghormati saja pembentukan kelompok loyalis tersebut dan menantikan sepak terjangnya, yang menurut Rocky dapat terlihat di baliho-baliho Puan berikutnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini