Siap-siap! Pentolan Partai Demokrat Bakal Bongkar Habis-habisan Borok AHY, Anas Urbaningrum dan Proyek Hambalang Disebut

Siap-siap! Pentolan Partai Demokrat Bakal Bongkar Habis-habisan Borok AHY, Anas Urbaningrum dan Proyek Hambalang Disebut Kredit Foto: Partai Demokrat

Pendiri Partai Demokrat Jawa Barat Yan Rizal Usman mengaku bakal membongkar habis-habisan borok Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti (AHY).

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut banyak menabrak peraturan dan membuat kesalahan fatal  dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak 2022-2023 di Kota Bandung.

Adapun dugaan kesalahan gelaran Muscab serentak ini berbuntut pada gugatan yang dilayangkan 16 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PD Kota Bandung.

Baca Juga: Ferdy Sambo Pegang Kartu AS Sejumlah Pejabat Polri: Lu Periksa Gue, Gue Bongkar Semua!

Yan mengatakan pelaksanaan Muscab serentak itu diduga mengandung unsur kesalahan secara aturan hukum partai politik dan aturan dari PD itu sendiri.

"Muscab serentak sudah melanggar AD/ART yang dibuat dia (AHY). Demokrat ini sudah melanggar undang-undang partai politik," kata Yan di Bandung, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya semua kejanggalan muscab Demokrat akan dibeberkan dalam persidangan. 

"Nanti saya terangkan semua di persidangan, di mana letak salahnya. Apa lagi sebentar lagi awal tahun 2023 mas Anas Urbaningrum keluar," ujarnya. 

Yan mengatakan, Anas Urbaningrum yang tersandung kasus korupsi Hambalang diklaim sebagai korban yang membuatnya harus mendekam di balik jeruji.

"Masalah Hambalang ini akan mencuat terus dan selama itu juga Demokrat tidak akam bisa pernah maju, tidak akan pernah bisa besar," ungkapnya. 

Dengan kondisi ini, Yan pun meminta kepada para kader partai untuk terus bergerak bersama-sama memutuskan kekuasaan yang saat ini dijalani oleh AHY. Dia juga mengimbau agar jangan ada lagi kriminalisasi pada kader-kader Demokrat. 

Baca Juga: Astaganaga! Putri Candrawathi Menghayal Digituin Brigadir J: Dia Pengen Sama Pemuda Ganteng, Lagi Puber Ketiga

"Harus diputus antara rantai kekuasaan Cikeas di Demokrat supayabersih dan jangan ada kriminalisasi. Kemarin rapimnas harusnya melahirkan rekomendasi bukan menuduh, bukan menjelekkan," kata Yan Rizal Usman.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini