Ikut-ikutan Sentil Jokowi, Bininya AHY: Gaji PNS, TNI dan Polri Naik 9 Kali lipat, di Era Pak SBY, Sekarang Malah….

Ikut-ikutan Sentil Jokowi, Bininya AHY: Gaji PNS, TNI dan Polri Naik 9 Kali  lipat, di Era Pak SBY, Sekarang Malah…. Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono

Istri Ketua Umum Partai Demokrat  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan ikut menyentil pemerintahan Joko Widodo. Dia membandingkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) era Susilo Bamabang Yudhoyono (SBY) dan era Jokowi.

Sebelumnya AHY juga menyentil Jokowi dengan menyebut  80 persen infrastruktur sekarang ini dibangun di era SBY, Jokowi hanya menjadi tukang gunting pita saja. 

Baca Juga: Siap-siap! Pentolan Partai Demokrat Bakal Bongkar Habis-habisan Borok AHY, Anas Urbaningrum dan Proyek Hambalang Disebut

Sentilan Anisa itu disampaikan lewat sebuah cuitan di akun twitternya @AnnisaPohan. Dia mengatakan di era SBY gaji PNS dan aparat negara naik sampai 9 kali lipat, namun pemerintah saat ini menyengsarakan masyarakat dengan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BMM). 

“Gaji PNS, gaji TNI dan Polri juga naik 9x lipat, total 112 persen di zaman Pak SBY. Sekarang malah BBM yang naik,” kata Annisa dikutip Populis.id   Kamis (22/9/2022). 

Dalam cuitannya itu Annisa juga memberi pujian setinggi langit buat SBY yang menjabat Presiden RI selama 10 tahun, di kesempatan itu dia  juga memuji suaminya dengan menyebut AHY adalah pemimpin berprestasi. 

“#TerimakasihPakSBY AHY Pemimpin Berprestasi,” tuturnya. 

Dalam cuitan berbeda, Annisa mengatakan, saat ini partai Demokrat yang berada di luar kekuasaan menjalankan tugasnya dengan baik, tugas sebagai partai oposisi adalah mengontrol roda pemerintahan.  

“Kini, kami di luar kekuasaan. Jalankan checks dan balances. Insyaallah, Demokrat istiqomah. Tetap gigih dalam berjuang untuk kawal dan perjuangkan harapan rakyat #TerimakasihPakSBY AHY Pemimpin Berprestasi,” tuturnya. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang berlaku sejak tanggal Sabtu 3 September 2022, pukul 14.30 WIB. Presiden Jokowi mengatakan alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena subsidi yang diberikan telah melonjak hingga tiga kali lipat. 

Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil langkah dengan mengalihkan subsidi kepada warga yang lebih membutuhkan. 

Baca Juga: Astaganaga! Putri Candrawathi Menghayal Digituin Brigadir J: Dia Pengen Sama Pemuda Ganteng, Lagi Puber Ketiga

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka. 

Pemerintah menyatakan akan menjadikan subsidi BBM sebagai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. 

“Bantuan langsung tunai BLT BBM sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar 150.000 per bulan dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” tutur Presiden Jokowi. 

Tidak hanya BLT, Presiden Jokowi telah meminta pemerintah daerah untuk menyisakan 2 persen dari dana transfer umum untuk BLT. Pemerintah juga telah menyediakan bantuan sosial untuk para pekerja yang mempunyai upah dibawah Rp3,5 juta. Para pekerja tersebut akan memperoleh BLT yang berjumlah Rp600 ribu.

Baca Juga: Mata Berkaca-kaca, Kecewa hingga Kesal dengan Ferdy Sambo, Susanto Haris: Ngomongnya Ngegas, Jenderal Udah Bisa Ngegas Senior, Inilah…

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover