Tabloid Anies Baswedan Mulai Beredar di Masjid, Siap-siap, Politik Identitas Bakal Memporakporandakan Masyarakat di Pilpres 2024!

Tabloid Anies Baswedan Mulai Beredar di Masjid, Siap-siap, Politik Identitas Bakal Memporakporandakan Masyarakat di Pilpres 2024! Kredit Foto: Al Musthafa Gustar's

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai politik identitas bakal dimainkan kembali pada Pilpres 2024 mendatang. 

Gaya politik yang sempat memecah belah masyarakat pada Pilkada DKI 2017 silam itu yakini kembali diusung kelompok tertentu pada Pilpres mendatang. 

Buktinya saat ini saja tabloid Anies Baswedan sudah disebarkan di masjid di Malang. Kisah sukses eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu disebarkan saat salat jumat pekan lalu. 

Baca Juga: Tabloid Mas Anies Disebar di Masjid, Orang PKB Langsung Kutip Omongan Ulama: Kalau Ingin Menguasai Orang Bodoh, Bungkuslah Pakai Agama!

"Pesan yang saya tangkap ini jelas, praktek-praktek dengan gaya politik identitas ini saya kira masih akan tumbuh subur sepanjang memang tidak ada kesadaran dari elit politik atau aktor-aktor politik dalam hal campaign soal jagoannya," kata Adib saat dikonfirmasi Populis.id, Kamis (22/9/2022).

Adib sendiri merasa heran dengan adanya peristiwa pembagian tabloid di Masjid tersebut, sebab ia menilai hal itu justru hanya akan merugikan sosok yang dikampanyekan karena berkaitan dengan politik identitas.

"Kalau ini yang melakukan timnya Pak Anies saya kira akan menjadi sebuah kelemahan, tapi ini kan belum terbukti. Karena pembagian selebaran di masjid ini kental dengan identitas, yang akan merugikan sosok tertentu di campaign itu," katanya.

Pengamat politik itu memprediksi bahwa kejadian serupa masih akan terjadi jika tidak ada tindakan tegas dan aturan yang jelas. Ia sendiri mendesak agar ada penjelasan secara eksplisit dari Undang-Undang Pemilu yang sudah ada saat ini.

"Sepanjang UU Pemilu itu tidak mengatur secara tegas batasannya seperti apa, ini bakal terjadi, memang kalau selebaran itu, kampanye di tempat ibadah itu kan tidak boleh, tapi prakteknya kan tidak ada tindakan tegas kalau kita flashback di Pilkada atau pemilu yang lalu," jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak justru mencurigai beredarnya tabloid tersebut. Ia menilai Gubernur Anies Baswedan seperti sedang mencuri start untuk melakukan kampanye. 

Baca Juga: Alamak! Putri Candrawathi Klepek-klepek Sampai Menghayal Diperkosa Brigadir J, Aduh… Lagi Puber Ketiga ya Bu?

"Saya lihat tabloid yang isinya pesanan, bukan news. Maksudnya lebih cocok jualan di tempat ibadah, seperti kampanye dini," kata Gilbert saat dikonfirmasi, Rabu (21/9/2022).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini