SBY Curiga Pemilu 2024 Curang, Eh Dia Sendiri Pernah Ngomong Gini: Orang yang Nuduh Pemilu Curang, Dulu Juga Sering Curang!

SBY Curiga Pemilu 2024 Curang, Eh Dia Sendiri Pernah Ngomong Gini: Orang yang Nuduh Pemilu Curang, Dulu Juga Sering Curang! Kredit Foto: Asprilla Dwi Adha

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pernyataan lawas Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Video lawas itu beredar di media sosial sebagai bentuk sindiran kepada SBY atas omongannya mengenai tanda-tanda kecurangan Pemilu 2024.

Baca Juga: Wow! Anies ‘Todong’ Warga Pas Urus Dokumen, Bilangnya Buat Zakat dan PMI, Eh Target Sumbangan Malah Capai Ratusan Juta!

Dalam video yang salah satunya diunggah oleh pengguna akun Twitter @tukangrosok___ pada Rabu (21/9/2022), SBY menyindir orang-orang yang suka menduga soal kecurangan pemilu.

Menurutnya, orang-orang yang kerap menyebut bahwa pemilu curang biasanya dulu juga suka berbuat curang.

“Saya dan teman-teman sering berbicara, jangan-jangan orang yang mudah sekali menuduh pemilu curang, pemerintah curang, itu dulu juga sering curang,” ucapnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @tukangrosok___ pada Kamis (22/9/2022).

Video SBY sendiri beredar setelah dirinya baru-baru ini mengungkap adanya tanda-tanda kecurangan pada Pemilu 2024 sehingga ia harus ikut turun gunung.

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilu 2024 mendatang?” tanya SBY dilansir dari akun Instagram @jayalah.negeriku.

Ia melanjutkan, “Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil.”

Menurutnya, Pemilu 2024 mendatang akan diisi dengan dua pasangan Capres dan Cawapres yang sudah diatur sesuai keinginan koalisi pemerintahan.

Baca Juga: Fakta Sejarah Indonesia Selama Ini Ditutupi Oleh Cina?

Oleh karena itu, selaku partai oposisi dari pemerintahan Jokowi, SBY mengimbau untuk tidak berharap bahwa Partai Demokrat bisa mengajukan Capres dan Cawapres sendiri pada pemilu nanti.

SBY menyampaikan, “(Pemilu 2024) Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka, dua pasangan Capres dan Cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka.”

“Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan Capres Cawapresnya sendiri, bersama koalisi tentu saja. Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan?” tegasnya menandaskan.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini