Catat! Tantangin Jokowi, Politisi Partai Demokrat Ini Siap Cium Kaki Presiden Jika Hal Ini Terwujud!

Catat! Tantangin Jokowi, Politisi Partai Demokrat Ini Siap Cium Kaki Presiden Jika Hal Ini Terwujud! Kredit Foto: Istimewa

Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku harus turun gunung saat Pemilu 2024 mendatang masih menjadi sorotan publik, bahkan jadi merembet ke kinerja Partai Demokrat saat berkuasa sebelumnya.

Pengamat politik, Boni Hargens, sempat menyebut bahwa Indonesia seperti berlari di tempat dan masyarakat buang-buang umur selama 10 tahun masa pemerintahan SBY.

Baca Juga: Partai Gelora Wanti-Wanti Serangan Siber pada Pemilu 2024

“Sepuluh tahun pemerintahan Pak SBY, Indonesia itu lari di tempat dan kita buang-buang umur,” ujarnya dikutip Populis.id dari kanal YouTuve tvOneNews yang videonya diunggah pada Selasa (20/9/2022).

Mendengar pernyataan itu, kader Partai Demokrat Jansen Sitindaon, yang juga hadir dalam acara yang sama, menepisnya dengan menyinggung soal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menurutnya, selama pemerintahan SBY, APBN mengalami peningkatan yang nyata hingga berkali lipat dari masa jabatan Megawati Soekarnoputri.

Jansen menjelaskan, “2004 ketika Pak SBY pemerintahan dari Ibu Mega, APBN kita itu cuma Rp 400 triliun. Di 2014, ketika Pak SBY turun, APBN kita sudah hampir Rp 2.000 triliun, Rp 1.800 sekian lah, artinya naik 4,5 sampai 5 kali lipat.”

“Karena itulah kemarin saya bilang, kalau bergerak di tempat, enggak mungkin lah Indonesia masuk G20 yang sekarang difestivalisasi oleh Pak Jokowi. Memang bisa Pak Jokowi menjadi Presiden G20 (kalau tidak ada landasan dari era SBY)?” tanyanya menandaskan.

Pernyataan Jansen sendiri senada dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan kalau rezim Jokowi hanya bertugas gunting pita.

Baca Juga: Dibilang Kena Mental Sama Razman, Hotman Paris Mencak-mencak: Hei Botak, Gue Enggak Takut Sama Lo!

Hal itu karena ia menyebut kalau pembanunan infrastruktur yang masif sudah dilakukan sejak era pemerintahan sang ayah, SBY.

Oleh karena itu, Jansen menepis keras pernyataan yang menyebut bahwa pemerintahan SBY hanya jalan di tempat.

Ia bahkan menantang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan APBN Indonesia berkali lipat seperti apa yang dilakukan SBY pada masa akhir jabatannya.

Jansen bahkan mengaku dirinya akan mencium kaki Jokowi jika ia berhasil membuat APBN mencapai Rp6.000 triliun di akhir pemerintahannya pada 2024 mendatang.

“Kalau Pak SBY memberikan APBN kepada Pak Jokowi Rp 1.900 triliun, saya katakan kemarin 4 kali lipat, kalau nanti 2024 Pak Jokowi turun APBN bisa Rp 6.000 triliun, saya cium kaki Pak Jokowi!” pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini