Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji menyarankan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar bisa segera menyelesaikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
"Dari awal sudah saya katakan, kasus ini very-very simple. Kenapa saya katakan sangat-sangat simpel, Polri orang dimutilasi, orang dibuang di hutan saja kan bisa ngungkapnya. Dimutilasi itu kan identitas korban nggak jelas, kemudian siapa yang melakukan tidak tahu, kapan melakukan tidak tahu, dengan apa melakukan tidak tahu. Berarti kan perlu ilmu yang hebat," kata dia di akun Youtube Uya Kuya TV yang dikutip Jumat (22/9/2022).
Menurutnya, Kapolri bisa melakukan pengawasan secara lebih ketat agar kasus ini bisa tertangani dengan baik. Ia bahkan menyebut kalau kasus ini tak perlu membuat ribut.
"Kalau saya jadi Kapolri, gak lama, karena kapolri kan enak merintah aja. Ini dua minggu lagi harusnya sudah selesai, karena mengembalikan berkas yang kurang diminta oleh jaksa. Kekurangannya dilengkapi dong, tapi tidak perlu jauh-jauh sampai ke Magelang, dan tidak perlu juga pakai lie detector segala macam. Bikin ribut aja," ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, kasus ini jelas karena sudah ada yang mengaku telah menembak Brigadir J.
“Yang mengaku menembak ada, mayat yang mati ada, identitasnya jelas, senjata yang digunakan menembak juga ada. Segala macam ada, lah apa susahnya? Tingkat Polsek saja bisa menyidik ini dan cepat, tapi kenapa jadi sulit," katanya.
Kata dia, kasus ini berlarut-larut karena kemungkinan saja ada pihak-pihak yang mencoba merekayasa semuanya.
"Dikacaukan semua, dan banyak orang terbohongi, kena prank. Buktinya DPR terkecoh, Kapolri terkecoh dan banyak pejabat Polisi terkecoh. Bukan lagi prank sudah di atasnya. Mestinya dari awal Kapolri cepat mengambil tindakan diberhentikan dari jabatan, dicopot dari jabatan, apa pecat, gak lama ini," lanjutnya.
Sebelumnya, Susno Duadji mengaku mendapatkan teror imbas dirinya terlalu vokal dalam menyoroti kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Mengingat Susno merupakan sosok yang bersuara lantang soal langkah Polri yang dinilainya lamban dalam menangani kasus ini dan kasus ini menyeret nama Ferdy Sambo.
"Saya kalau untuk menyatakan kebenaran mana pernah ada takut," kata Susno.
Susno mengaku kalau sikap vokalnya inisudah dilakukan sejak lama. Bahkan, ia pernah sampai dicopot dari jabatannya saat masih bertugas di Polri.
"Saya zaman dulu sampai dicopot tapi sepanjang untuk membela kebenaran dan keadilan. Tapi kalau untuk ngawur-ngawuran enggak mau lah saya. Saya di sawah masih banyak gawean loh, saya ini menanam padi, kopi," katanya.