Dugaannya Benar Soal Permohonan Banding Ferdy Sambo Ditolak, Kompolnas: Dia Otak Pembunuhan Brigadir J dengan Melibatkan...

Dugaannya Benar Soal Permohonan Banding Ferdy Sambo Ditolak, Kompolnas: Dia Otak Pembunuhan Brigadir J dengan Melibatkan... Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan Ferdy Sambo merupakan otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"FS adalah otak tindak pidana pembunuhan berencana terhadap almarhum Brigadir J dengan melibatkan empat tersangka lainnya," kata Poengky dilansir dari jpnn yang dikutip pada Jumat (23/9/2022). 

Baca Juga: Dituding Bos Judi dan Pinjamkan Jet Pribadi ke Brigjen Hendra Demi Lancarkan Aksi di Kasus Ferdy Sambo, Orang Ini Ngebantah, Ternyata...

Poengky mengatakan pihaknya telah menduga sedari awal permohonan banding Ferdy Sambo ditolak sejak Majelis Sidang KKEP menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

"Mengingat sangat beratnya pelanggaran yang dilakukan, kami sudah menduga bahwa permohonan banding akan ditolak oleh majelis sidang banding," kata Poengky.

Baca Juga: Pesan Susno Duadji ke Kapolri: Segera Selesaikan Kasus Ferdy Sambo, Kapolri kan Enak Perintah Aja, Dua Minggu Harunya Sudah Selesai...

Menurut Poengky, pelanggaran yang dilakukan Ferdy Sambo adalah perbuatan sangat tercela dan mencoreng nama baik institusi Polri.

"Bukannya secara kesatria mengakui perbuatannya, FS bahkan membuat skenario menutupi tindak pidananya tersebut," tutur Poengky Indarti.

Baca Juga: Vokal di Kasus Ferdy Sambo, Susno Duadji Cerita Dirinya Diteror: Saya Kalau Nyatakan Kebenaran Mana Pernah Takut, Banyak Orang Dibohongi...

Diketahui, Putusan KKEP yang mengakhiri karier Ferdy Sambo di Polri dibacakan Majelis KKEP di ruang sidang Gedung TNCC, Mabes Polri, Senin (19/9). Dalam putusannya, KKEP menyatakan menolak permohonan banding pemohon Ferdy Sambo.

Ketua sidang banding Komjen Agung Budi Maryoto juga menyatakan majelis KKEP tetap menguatkan putusan sidang etik pada 26 Agustus 2022 lalu.

"Menguatkan putusan sidang Kode Etik Polri tertanggal 26 Agustus 2022 atas nama pelanggar Irjen Ferdy Sambo," ujar Agung.

Baca Juga: Luhut Soal Jadi Presiden Indonesia: Kalau Anda Bukan Orang Jawa, Jangan Maksain Diri! Kaya Saya Batak, Kristen Lagi, Cukuplah...

Setelah dipecat, Ferdy Sambo yang tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan perintangan atau obstruction of justice penyidikan kematian sang ajudan, terancam hukuman mati. Ancaman hukuman mati itu sesuai Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP yang disangkakan terhadap Ferdy Sambo.

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini