Kata Kunci ‘Rasis’ Sempat Trending, Ternyata Gegara Luhut Ngaku Enggak Bisa Jadi Presiden Karena Bukan Orang Jawa, Padahal..

Kata Kunci ‘Rasis’ Sempat Trending, Ternyata Gegara Luhut Ngaku Enggak Bisa Jadi Presiden Karena Bukan Orang Jawa, Padahal.. Kredit Foto: Screenshot Youtube Rocky Gerung

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, kembali menjadi sorotan publik akibat salah satu pernyataannya saat berbincang-bincang dengan Rocky Gerung.

Dalam kesempatan itu, Luhut mengaku dirinya tidak mungkin menjadi Presiden Indonesia karena double minoritas.

Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi, Hasnaeni Si ‘Wanita Emas’ Malah Teriak-teriak Bikin Petugas Kewalahan: Aaaaa Saya Sakit!

Luhut merasa harus tahu diri karena jika pemilu dilakukan saat ini dan ia bukan merupakan orang Jawa, maka lupakan keinginan itu.

“Harus tahu diri juga lah. Kalau Anda bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, udah lupain deh,” ujarnya dikutip Populis.id dari RGTV channel ID pada Jumat (23/9/2022).

Ia sendiri tidak mengetahui bagaimana kriteria pemilihan ke depannya, namun memang jika saat ini mencalonkan diri, Luhut menilai dirinya justru hanya memaksakan dan akan sakit hati dengan hasilnya.

Luhut menyampaikan, “Saya enggak tahu 25 tahun lagi. (Tapi kalau pemilunya sekarang) Enggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati. Yang bikin sakit hati kita kan kita sendiri.”

Pria yang suka dipanggil Opung itu menyadari selain bukan orang Jawa, dirinya juga non Islam, agama yang mayoritas di Indonesia sehingga dirinya jadi double minoritas.

“Saya double minoritas. Jadi saya udah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang ya sudah cukup itu, kita harus tahu. Ngapain saya nyakitin diri saya,” pungkas Luhut.

Luhut sendiri berbicara seperti itu karena adanya situasi antropologi yang dijelaskan Rocky Gerung bahwa Indonesia masih berdasarkan etnisitas.

Baca Juga: Namanya Diusulkan Jadi Cagub DKI Jakarta, Risma 'Malu-malu Kucing': Aku Ndak Pernah Tertarik, Tapi Lihat Nanti..

Sebagai informasi, dari tujuh tokoh yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia, hanya BJ Habibie yang yang bukan dari suku Jawa.

Presiden Indonesia ke-3 itu diketahui lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, dan menjabat sebagai Kepala Negara pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

BJ Habibie awalnya menjabat sebagai Wakil Presiden, tapi ia harus menggantikan Soeharto akibat adanya peristiwa 1998 yang membuatnya lengser.

Selain mayoritas berasal dari suku Jawa, ketujuh tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia itu juga semuanya beragama Islam.

Meski begitu, banyak netizen yang memberikan cibiran ke Luhut hingga kata kunci ‘rasis’ sempat menjadi trending topic di Twitter pada Kamis (22/9/2022) malam.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini