Bukan Ferdy Sambo, Ricky Sitohang Justru Menduga Dua Sosok Berikut yang Jadi Biang Kerok dari Peristiwa Pembunuhan Brigadir J, Siapa?

Bukan Ferdy Sambo, Ricky Sitohang Justru Menduga Dua Sosok Berikut yang Jadi Biang Kerok dari Peristiwa Pembunuhan Brigadir J, Siapa? Kredit Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J sampai saat ini sudah lima orang menjadi tersangka. Lima orang tersangka tersebut antara lain, Ferdy Sambo sebagai tersangka utama, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR dan terakhir Kuat Ma’ruf.

Empat dari lima tersangka tersebut sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Satu tersangka lain yakni Putri Candrawathi yang merupakan istri dari Ferdy Sambo tidak ditahan karena alasan kemanusiaan.

Sampai saat ini, publik sepakat Ferdy Sambo merupakan otak dari kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Namun, berbeda dengan dugaan dari Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang.

Ricky menduga ada dua orang yang lebih pantas disebut sebagai biang kerok dari kasus tersebut. Dua orang tersebut adalah Putri Candrawathi yang merupakan istri dari Ferdy Sambo dan asisten rumah tangganya Kuat Ma’ruf. Ia menyampaikan hal tersebut dalam wawancaranya di kanal YouTube Uya Kuya.

"Kalau kita lihat pokok ceritanya analisis saya sementara biang keroknya dua, Kuat Ma'ruf dan Putri," kata Ricky dalam wawancaranya di Kanal YouTube Uya Kuya dikutip Populis.id, pada Jumat (23/9).

Baca Juga: Pengacara Bripka RR Bantah Soal Kepemilikan Senjata yang Dipakai untuk Menembak Brigadir J: Bukan Senjata RR

Menurut Ricky, jika Kuat Ma’ruf tidak melebih-lebihkan informasi yang disampaikannya ke majikannya yakni Ferdy Sambo, kemungkinan peristiwa pembunuhan Brigadir J tidak terjadi.

"Dan Putri kalau jaga martabat Ferdy Sambo akan meluruskan (informasi dari Kuat Ma'ruf), enggak ikut di dalamnya," lanjut Ricky.

Ricky mengatakan suatu hal yang mustahil seorang ajudan berani melecehkan istri dari atasannya.

"Saya mengatakan jauh dari kemungkinan tidak akan berani seorang Yosua (melakukan pelecehan)," ucapnya.

"Kan suatu hal yang ironis seorang Yosua, seorang Kuat Ma'ruf bisa masuk ke kamarnya, suatu hal yang sangat luar biasa terlepas dengan kasusnya," tutup Ricky.

Baca Juga: Demi Jegal Anies, Benarkah Jokowi Mengubah UU Pemilu?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover