Langgar Janjinya Sendiri Soal Reklamasi, PDIP Curiga Anies Sengaja Beri Beban ke Pj Gubernur DKI Baru

Langgar Janjinya Sendiri Soal Reklamasi, PDIP Curiga Anies Sengaja Beri Beban ke Pj Gubernur DKI Baru Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mempertanyakan sikap transparansi Gubernur Anies Baswedan yang kini telah memberi izin Pulau G di Pulau Reklamasi untuk dijadikan pemukiman sebagaimana termaktub dalam Pergub Nomor 31 Tahun 2022.

Secata detail, izin tersebut telah diatur dalam Pasal 192 nomor 3, dalam Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah perencanaan DKI Jakarta, yang berbunyi "Kawasan Reklamasi Pulau G sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a diarahkan untuk kawasan pemukiman,".

Baca Juga: Anies Izinkan Bangun Pemukiman di Pulau Reklamasi, PDIP Geram Sejadi-Jadinya: Gak Bedanya Sama Ahok!

Merespon hal itu, Gembong heran karena sikap Anies bertolak belakang dengan sikapnya saat pertama kali memimpin Jakarta yang menentang habis-habisan proyek reklamasi. Ia menduga ada alasan dibalik keluarnya izin tersebut, yang sampai saat ini masih belum terungkap.

"Ketika Pak Anies memberikan izin itu kan harus tetap transparan kenapa diberikan izin. Kan begitu. Tetapi sampai diujung masa jabatannya, Pak Anies enggak pernah menyampaikan pada publik Jakarta. Kami enggak pernah tahu," kata Gembong saat dihubungi, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Fadli Zon Aminkan Pernyataan SBY: Memang Pemilu Kita Belum Jujur dan Adil Kok, Selalu Ada Kecurangan! Ya Kita Sama-sama Tahulah...

Gembong menilai, Anies adalah sosok pemimpin yang inkonsistensi dan tidak punya komitmen. Ia mencoba memperkuat argumennya dengan mengulas kembali ingatan masyarakat terkait aksi-aksi yang pernah dilakukan Anies terhadap proyek reklamasi. 

"Pertama Pak Anies nyetop reklamasi. Kedua nyegel. Seminggu kemudian ketika declare stop reklamasi, disegel. Setelah disegel, seminggu berikutnya dikeluarkan IMB. Lha kok bisa seperti itu? Urutan-urutan itu, kami ingin mengembalikan memori warga Jakarta," kata Gembong.

Baca Juga: AHY Sesumbar Sebut Jokowi Tukang Gunting Pita, Ruhut Sitompul Beri Jawaban Telak, Sampai Sebut-sebut Kuli Bangunan, Astaga!

Gembong justru curiga Anies secara sengaja memberi beban kepada calon Penjabat (Pj) Gubernur yang akan menggantikannya pada pertengahan bulan Oktober nanti.

"Sekarang diujung masa jabatan, dia seolah-olah melegalisasi terhadap persoalan dulu yang dia tentang sendiri. Sehingga kalau boleh dikatakan, bahasa kasarnya, dia memberikan beban kepada Pj yang akan melanjutkan Pak Anies. Itu beban yang nanti akan diterima oleh Pj," ujarnya.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini