Massa GNPR Kembali Protes Keras Kenaikan Harga BBM: Ini Rezim Drakula, Penghisap Darah Rakyat!

Massa GNPR Kembali Protes Keras Kenaikan Harga BBM: Ini Rezim Drakula, Penghisap Darah Rakyat! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Koordinator Lapangan Aksi Tolak BBM dari Gerakan Nasional Pengawal Rakyat (GNPR), Buya Husein menjawab mengapa ada Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang turut bergabung di akai tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ia menegaskan bahwa persoalan kenaikan harga ini bukan persoalan agama.

"Ya karena ini kan jelas setelah pemerintah menaikkan harga BBM itu bukan lagi masalah agama. Beda dulu ketika ada seorang gubernur menghina agama maka terbitlah GNPF Ulama karena sebelmnya ada fatwa bilang si anu salah," tuturnya kepada awak media pada Jumat (23/09/2022).

Baca Juga: Abdullah Hehamahua Teriak Dari Mobil Orasi, Larang Massa Belanja di Mall, Alfamart dan Indomart: Kecuali 212 Mart!

Sekarang, kata dia, Gerakan Nasional Pembela Rakyat tidak lagi membawa-bawa agama karena yang dizalimi bukan lagi muslim, tapi non muslim seluruh rakyat Indonesia dizalimi oleh kebijakan rezim.

"Rezim ini benar-benar seperti drakula menghisap darah rakyat. Seharusnya pemerintah kreatif kenapa rakyat dibebabkan dengan subsidi? Padahal subsidi kewajiban negara bukan beban rakyat," tuturnya.

Baca Juga: Fadli Zon Kegirangan Dapat Kabar Jokowi Endorse Prabowo Jadi Presiden: Dukungan Dari Manapun Pasti Membantu, Apalagi yang Berkuasa

Ia juga menyebutkan bahwa selama tuntutan GNPR tidak dipenuhi oleh rezim, maka aksi terus berjalan. Di mana tuntutan mereka ada tiga hal pertama turunkan harga BBM, kedua turunkan harga bahan-bahan pokok, ketiga tegakkan supremasi hukum.

"Selama tuntutan kita belum dipenuhi oleh rezim sampai kapanpun akan tetap seminggu sekali akan aksi sampai tuntutan diterima. Karena memang kita bukan wakilin kelompok, kita mewakili seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Fadli Zon Aminkan Pernyataan SBY: Memang Pemilu Kita Belum Jujur dan Adil Kok, Selalu Ada Kecurangan! Ya Kita Sama-sama Tahulah...

Ia juga menyebutkan jika hari ini tokoh-tokoh yang datang lebih banyak dari pada aksi kemarin. Kurang lebih sekitar 1000 orang  kalau dilihat dari peserta hadir, selain Jabodetabek ada di Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan ada yang dari pontianak.

"Kami sudah memohon ke pihak Istana agar kita diakomodir, mohon dipertemukan supaya tuntutan kita diterima oleh mereka karena sebelumnya staff keprisedenan bilang siap menerima," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini