Indonesia Mengajar Gelar Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia! Nampik Asumsi, Lahirkan Solusi

Indonesia Mengajar Gelar Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia! Nampik Asumsi, Lahirkan Solusi Kredit Foto: Istimewa

Indonesia Mengajar hadir melalui genggaman tangan dan jejak langkah Pengajar Muda yang datang silih berganti di wilayah Timur Indonesia. Hal ini terhitung sejak tahun 2010.

Selama 12 tahun perjalanan, Indonesia Mengajar telah menyaksikan potret-potret perjuangan yang diinisiasi dan digaungkan oleh para penggerak pendidikan di Timur Indonesia. Indonesia Mengajar ikut bekerja bersama penggerak pendidikan dan mendapat berbagai cerita yang menampik asumsi akan Timur Indonesia.

Baca Juga: Luhut Soal Jadi Presiden Indonesia: Kalau Anda Bukan Orang Jawa, Jangan Maksain Diri! Kaya Saya Batak, Kristen Lagi, Cukuplah...

Meski tak bisa dibenarkan (terlebih lagi dinormalisasi), kemunculan asumsi-asumsi miring tentang Timur Indonesia dihadirkan melalui pemberitaan tentang perspektif yang cenderung negatif: intoleran, serba kekurangan, bahkan rentan terhadap kekerasan. Kenyataannya, kondisi yang terjadi di lapangan tidak selalu sesuai dengan asumsi-asumsi yang disebarluaskan.

Sejauh ini, langkah paling ideal untuk bisa memahami Timur Indonesia memang dengan menginjakkan kaki di sana dan secara langsung mengalaminya. Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono Indonesia Mengajar kali ini melakukan langkah sebaliknya.

"Menghadirkan masyarakat dari berbagai wilayah Timur Indonesia untuk kemudian mendengarkan cerita dan berdiskusi secara langsung dengan mereka melalui Konferensi: Pendidikan di Timur Indonesia," ujar Hikmat dari keterangan tertulis pada Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Kabar Baik! Dirjen Kemendikbudristek Dukung Pabrik Indarung I Sebagai Cagar Budaya Nasional

Lebih lanjut, kata dia, Pendidikan di Timur Indonesia dikemas dalam sajian berbagai ruang untuk wahana interaksi dan diskusi.

"Menghadirkan berbagai pembicara secara langsung yang mengalami dan menyelami bagaimana sesungguhnya pendidikan kita di Timur Indonesia," katanya.

Pembicara ini menuturkan fakta-fakta, membagikan potret-potret perjuangan di daerah, mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menyelami realita.

Baca Juga: Kemendikbudristek Tandatangani Perjanjian Sewa dengan 25 Pelaku UMKM, Ini Tujuannya!

Akan terdapat ruang-ruang untuk berdiskusi dan melihat lebih dekat tentang pendidikan di Timur melalui Ruang Kebijakan, Ruang Budaya dan Pendidikan, Ruang Dampak Berkelanjutan, Ruang Inisiatif, dan Ruang Interaksi.

"Selain berdiskusi dan bertemu langsung dengan penggerak pendidikan, konferensi ini juga menghadirkan Pesta Dansa untuk merasakan budaya dan tradisi masyarakat Timur Indonesia," kata dia.

Selanjutnya
Halaman

Terpopuler

Populis Discover

Terkini