Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap melayangkan kata 'demokrasi' kepada awak media sebagai sinyal kepada masyarakat bebas berpendapat.
Hal ini turut disoroti akademisi Cross Culture, Ali Syarief dalam cuitan akun Twitter pribadinya hingga menandai akun sang Presiden.
"Atas nama demokrasi, "dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat sebebas-bebasnya, asal santun", kira2 itu kata @jokowi," tulis Ali Syarief, Minggu (25/9).
Baca Juga: Sowan ke Rocky Gerung, Anak Jokowi Blak-blakan: Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret!
Sebaliknya, menurut Ali Syarief, pemerintah terkesan bungkam dan tidak mau mendengar aspirasi rakyat. Teriakkan itu seolah-olah hanya angin lalu.
"Seperti demo yg berjilid-jilid-sedang massive dimana-mana, adalah penghianatan terhadap demokrasi," pungkasnya.
Atas nama demokrasi, "dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat sebebas-bebasnya, asal santun", kira2 itu kata @jokowi . Tetapi tidak mau mendengar aspirasi rakyat, seperti demo yg berjili-jilid-sedang massive dimana-mana, adalah penghianatan terhadap demokrasi.
— Ali Syarief (@alisyarief) September 24, 2022