Kata 'Presiden China Xi Jinping' diganti menjadi 'Presiden Indonesia Jokowi', kemudian kata 'Beijing' diganti menjadi 'Jakarta', dan lain sebagainya.
Narasi selanjutnya juga senada dengan artikel Kompas.tv berjudul "Dubes China Ancam AS Akan Hancur jika Ikut Campur Terkait Taiwan, Sebut Tak Belajar dari Ukraina", tayang pada 11 Agustus 2022.
Sama seperti narasi sebelumnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan China dalam artikel tersebut diganti menjadi Indonesia.
Dengan demikian, video dengan narasi Presiden Jokowi mengancam AS jika ikut campur masalah invasi Rusia adalah tidak benar. Faktanya, bukan Indonesia melainkan China.