Video mencatut Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan pengguna akun Facebook pada 13 September 2022.
Video itu dilengkapi narasi yang mengatakan, Jokowi mengancam Amerika Serikat (AS) jika ikut campur urusan invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Lantang Serukan Demokrasi, Jokowi Dicolek Ali Syarief: Tapi Tidak Mau Dengar Aspirasi Rakyat
Berikut narasi yang melengkapi video terkait.
"Indonesia Pasang Badan??jokowi Ancam Akan Hancurkan as Jika Ikut Campur Urusan Rusia Ini."
Setelah video diperdengarkan untuk cek fakta, tidak benar Jokowi mengancam AS jika ikut campur masalah invasi Rusia.
Narasi dalam video tersebut senada dengan artikel dari Portal Kotamobagu dengan judul "Dukung Rusia, China Ancam Amerika Serikat Agar Tidak Ikut Campur Dalam Invasi di Ukraina", tayang pada 15 April 2022.
Kata 'Presiden China Xi Jinping' diganti menjadi 'Presiden Indonesia Jokowi', kemudian kata 'Beijing' diganti menjadi 'Jakarta', dan lain sebagainya.
Narasi selanjutnya juga senada dengan artikel Kompas.tv berjudul "Dubes China Ancam AS Akan Hancur jika Ikut Campur Terkait Taiwan, Sebut Tak Belajar dari Ukraina", tayang pada 11 Agustus 2022.
Sama seperti narasi sebelumnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan China dalam artikel tersebut diganti menjadi Indonesia.
Dengan demikian, video dengan narasi Presiden Jokowi mengancam AS jika ikut campur masalah invasi Rusia adalah tidak benar. Faktanya, bukan Indonesia melainkan China.