Peringati Hari Tani Nasional, Buruh Lakukan Demo Hari Ini

Peringati Hari Tani Nasional, Buruh Lakukan Demo Hari Ini Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Peringati hari tani nasional masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari petani, buruh, organisasi lingkungan, organisasi buruh, nelayan, mahasiswa, perempuan, dan pemuda menggelar aksi demo pada hari ini Selasa (27/09) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. 

5.000 massa tani dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, DKI Jakarta, Banten bergabung pada aksi demo kali ini. Adapun tema demo kali ini yaitu "Tegakkan Konstitusionalisme Agraria Untuk Kedaulatan dan Keselamatan Rakyat."

Aksi demo ini dimulai serentak pada pukul 11.00 WIB dengan massa aksi petani yang lebih dahulu menyampaikan aspirasinya. Selanjutnya, pihak keamanan juga menyiapkan sekitar 4.400 personel untuk berjaga-jaga dalam aksi demo ini. Titik demo tersebar di beberapa area yaitu di gedung DPR MPR RI, di Balaikota, dan juga di Kementerian. 

Baca Juga: Kata Orang Demokrat Dirinya Bakal Dipenjara, Eh Reaksi Mas Anies Bikin Kaget! Senyum-Senyum Sambil Acungi...

Baca Juga: Massa GNPR Kembali Protes Keras Kenaikan Harga BBM: Ini Rezim Drakula, Penghisap Darah Rakyat!

Adapun tuntutan yang dibawa dalam demo "Tegakkan Konstitusionalisme Agraria Untuk Kedaulatan dan Keselamatan Rakyat." yaitu:

  1. Meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM. 
  2. Reforma Agraria. 
  3. Turunkan semua harga-harga.
  4. Mendesak pemerintah untuk segera mencabut Undang-Undang yang berkaitan dengan perampasan tanah dan kriminalisasi petani. 
  5. Mendesak pemerintah agar bisa mengoreksi model pembangunan PSN yang tidak berpihak terhadap rakyat. 

Sampai saat ini, kebijakan yang dibuat pemerintah menjadi "alat" petaka bagi rakyat Indonesia. Terlebih lagi untuk para petani yang terdampak atas pembangunan maupun investasi. Para petani yang tidak mempunyai dana untuk membiaya pendidikan anak mereka sehingga anak mereka harus bermigrasi dan menjadi buruh di kota orang. 

Selain itu, hingga saat ini masih sering terjadi konflik agraria di berbagai kalangan dan masih banyak terjadi kriminalisasi dan diskriminasi terhadap petani yang tetap mempertahankan lahannya.  

Kenaikan bbm membawa dampak buat petani, karena biaya pengairan sawah juga ikut menaik dan petani membajak sawah menggunakan traktor yang berisi bbm. Serta biaya distribusi panen juga ikut melonjak. Ironisnya memang semua kebijakan yang pemerintah buat tidak ada yang pro terhadap rakyat. 

Baca Juga: Reuni 212 Nggak Digelar di Monas Tapi di Masjid At-Tin, Begini Penjelasan Tangan Kanan Habib Rizieq, Simak Baik-baik!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover