Terbongkar! Kejanggalan Awal Kasus Brigadir J, LPSK Ungkap Hal Ini, Ternyata...

Terbongkar! Kejanggalan Awal Kasus Brigadir J, LPSK Ungkap Hal Ini, Ternyata... Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membongkar kejanggalan awal terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Kejanggalan tersebut yang membuat LPSK tidak terpengaruh oleh scenario yang disusun Ferdy Sambo agar terbebas dari ancaman hukum.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan awal ketika pihaknya menerima informasi kasus itu sudah menemui kejanggalan, karena tidak ada laporan tentang meninggalnya Brigadir J.

“Sejak awal LPSK mencermati ada hal ganjil, janggal, tidak lazim. Ada tiga peristiwa, tapi hanya dua yang jadi sorotan. Ada dua laporan polisi (LP) yang lahir dari peristiwa 8 Juli 2022, yaitu LP A tentang nembak-menembak, dan LP B laporan Putri Candrawathi tentang perbuatan asusila,” ujar Edwin saat diskusi di Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: Marah Sejadi-jadinya! Pendeta Gilbert Berada di Pihak Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Baru Ada Pendeta Memfitnah...

Menurutnya, tewasnya nyawa dalam peristiwa tersebut tidak dapat dikesampingkan, terlebih dari latar belakang peristiwanya.

“Kenapa tidak ada yang menerbitkan LP A untuk kematian Yosua? Lalu kenapa Yosua yang katanya terduga pelaku tembak-menembak dan terduga pelaku perbuatan asusila dilakukan autopsi?,” tutur Edwin.

Autopsi itu adalah proses pro Justitia untuk menguak kasus kematian.

Baca Juga: Mengejutkan! Jet Pribadi yang Diduga Disediakan Konsorsium 303, Ternyata Bukan Cuma Brigjen Hendra Kurniawan, Ada Penumpang Lain?

“Dilakukan autopsy, tapi tidak diterbitkan LPA atas kematian Yosua. Jadi tidak ada inisiatif sejak awal untuk mengungkap kematian Brigadir J,” ungkapnya.

Baca Juga: Bandingkan Relawan Anies dengan Ganjar, Rocky Gerung: Kalau Ganjar, Relawannya Harus Diberi Uang Jajan Dulu

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover