Tolak Jadi Pengacara Koruptor, Tapi Ambil Job Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Febri Eks KPK: Semoga Kami....

Tolak Jadi Pengacara Koruptor, Tapi Ambil Job Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Febri Eks KPK: Semoga Kami.... Kredit Foto: Taufik Idharudin

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah angkat bicara setelah panen kritik pedas gara-gara memilih mengambil tawaran menjadi pengacara tersangka pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J), Putri Candrawathi. 

Febri mengklaim,pilihannya untuk bergabung dalam tim kuasa hukum yang dipimpin Arman Hanis ini sebagai pilihan profesional.

"Pilihan profesional kami sebagai advokat sekaligus tentu saja apabila kami berbicara soal profesional menjadi advokat sekaligus berbicara dari segi etis," kata Febri di Hotel Erian, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: Ambil Job Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Mas Febri Nggak Apa-apakan Kalau Dibayar Pakai Duit Hasil Konsorsium 303?

Dia mengakui pengalaman kerjanya di  KPK mempengaruhi pilihannya dalam menentukan kasus yang ditanganinya. Febri menceritakan sejak pengunduran dirinya sebagai juru bicara KPK pada 2020 lalu, dia menjadi advokat dengan beberapa pilihan kasus yang ditentukan melalui kesadaran profesional.

"Misalnya, sudah cukup banyak tersangka atau terdakwa kasus korupsi yang datang ke kami dan minta didampingi tapi kami bilang pilihan profesional kami pada saat itu sampai dengan saat ini, kami tidak bisa mendampingi," tutur Febri.

Namun, lanjut dia, kasus Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ini dipilihnya karena ingin memastikan pemenuhan hak-hak tersangka dan menjalani proses hukum yang objektif.

Dia memahami kepercayaan publik menurun karena terbongkarnya skenario palsu yang dibuat Ferdy Sambo mengenai kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Tapi apakah kami tidak punya ruang lagi untuk menyampaikan fakta-fakta yang benar?" tutur Febri.

Ia juga menyebutkan bahwa ada hak publik untuk mendapat informasi, yang juga bagi dirinya itu penting. Sehingga perkembangan penanganan perkara atau pendampingan hukum nanti semoga bisa berkontribusi, meskipun sedikit atau banyak.

"Dalam proses persidangan kan ada Jaksa ada kuasa hukum dan ada Hakim, nanti kami harap kami juga bisa berkontribusi untuk menghasilkan sebuah proses hukum yang lebih objektif," katanya lagi.  

Baca Juga: SBY Disebut-sebut Jadi Anak Emas Amerika Serikat, Putranya Langsung Ngamuk-ngamuk: Bliau Baik dengan China!

Diketahui, saat ini kasus pembunuhan Brigadir J telah menetapkan lima tersangka yaitu, Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo diduga menjadi otak pembunuhan ajudannya itu dan meminta Bharada E untuk menembak Brigadir J. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menembak Brigadir J.

Baca Juga: Buntut Sebut Jokowi Firaun, Benarkah Gibran Datangi Rumah Cak Nun?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover