Ancang-ancang Bela Putri di Persidangan, Eks Jubir KPK Bela-belain Ketemu Ahli Pidana, Psikologi, Sampai Pelajari...

Ancang-ancang Bela Putri di Persidangan, Eks Jubir KPK Bela-belain Ketemu Ahli Pidana, Psikologi, Sampai Pelajari... Kredit Foto: Istimewa

Eks Juru Bicara KPK Febri Diansyah sampai rela mendatangi lima ahli hukum bergelar Professor hingga Doktor dari empat perguruan tinggi. Hal tersebut, sebagai bentuk keseriusan dirinya membela Putri Candrawathi yang terancam hukuman mati.

“Kami sudah melakukan rekonstruksi di Rumah di Magelang, yang tentu hasilnya belum bisa diungkap di sini. Kami juga sudah melakukan diskusi dengan lima ahli hukum (3 profesor dan 2 doktor ilmu hukum) dari empat perguruan tinggi," katanya kepada awak media saat konferensi pers pada Kamis (29/09/2022).

Baca Juga: Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Pembelaan Eks Jubir KPK Nggak Nanggung-nanggung: Kalau Tidak Salah Apa Harus Dipaksakan Untuk Dihukum?

Tak cukup sampai di situ, Tim Febri juga meminta pendapat dari para ahli psikologi. Ia menilai bahwa kasus ini bukan hanya isu hukum pidana saja, ini ada kaitan dengan kejiwaan seseorang.

"Kami sudah melakukan diskusi dengan lima psikolog. Baik guru besar Psikologi, ahli Psikologi Klinis dan Psikologi Forensik," terangnya. 

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kompak Akui Perbuatannya: Kami Akan Akui Secara Terbuka di Persidangan

Bahkan, Febri sudah bolak balik mempelajari puluhan putusan pengadilan dengan kasus yang serupa, yakni pembunuhan berencana dan pembunuhan biasa. 

"Kami juga sudah mempelajari setidaknya 21 pokok-pokok perkara pembunuhan dan pembunuhan berencana. Kami juga melakukan kegiatan lain sesuai dengan ruang lingkup pendampingan hukum yang diberikan," ucapnya. 

Ia menjelaskan informasi-informasi terkait perkara pada publik saat ini adalah hal yang sangat tidak mudah, karena sebelumnya telah terjadi Skenario tembak-menembak.

Baca Juga: Tolak Jadi Pengacara Koruptor, Tapi Ambil Job Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Febri Eks KPK: Semoga Kami....

Namun, pihaknya tetap berharap, masyarakat berkenan menerima sedikit penjelasannya dan nantinya berharap majelis hakim dapat memeriksa, mengadili dan memutus secara objektif berdasarkan bukti yang ada. 

"Izinkan Saya menyampaikan satu hal: dalam sebuah proses hukum peradilan pidana, keseimbangan kesempatan dalam pengujian bukti-bukti yang diajukan Jaksa ataupun Penasehat Hukum adalah bagian penting yang wajib dilakukan," tuturnya. 

"Kita semua akan menyerahkan pada Majelis Hakim Yang Mulia agar bisa memutus secara objektif dan seadiladilnya. Sehingga, juga menjadi tugas Kami sebagai Advokat adalah untuk membantu membawa kebenaran dalam proses hukum yang berjalan," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover