Tim Narasi Najwa Shihab Diretas, Ada Kaitannya dengan Kasus Ferdy Sambo? ‘Mereka Potensial Memperdalam Kasus..’

Tim Narasi Najwa Shihab Diretas, Ada Kaitannya dengan Kasus Ferdy Sambo? ‘Mereka Potensial Memperdalam Kasus..’ Kredit Foto: Instagram/@najwashihab

Aplikasi komunikasi sampai media sosial sejumlah tim Narasi Najwa Shihab mengalami peretasan. Hal itu diduga untuk menghentikan kegiatan jurnalistik mereka.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung, menyampaikan dugaan soal keterkaitan antara kejadian itu dengan kasus Ferdy Sambo.

Baca Juga: Benar-benar Kejutan! Siap-siap Lihat 'Arena Persidangan' Ferdy Sambo yang Makin Seru, Bakal Ada Duel Antara 2 Orang Ini!

Hal itu disampaikan oleh Rocky lewat kanal YouTube-nya saat sedang berbincang-bincang bersama jurnalis senior, Harsubeno Arief.

Awalnya, Harsubeno menyinggung soal omongan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia (AII), Usman Hamid, yang mendesak Polri mengusut anggotanya yang diduga terlibat dalam peretasan tim Narasi tersebut.

Menurutnya, tindakan itu merupakan intimidasi yang masuk ke dalam upaya menghalang-halangi penegakan hukum alias obstruction of justice.

Harsubeno juga menyentil omongan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut bahwa pengkritik keras Polri akan menjadi sahabatnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Rocky pun membahas soal kasus Ferdy Sambo yang menjadi alat negosiasi di ruang lingkup petinggi Polri.

“Ini keadaan yang lagi kita tunggu sebetulnya, kasus Sambo ini mau sampai di mana?” ujarnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube Rocky Gerung Official yang videonya diunggah pada Rabu (28/9/2022).

Ia menambahkan, “Sebetulnya selama kasus ini dijadikan alat untuk negosiasi di kalangan petinggi Polri sendiri, maka yang akan terjadi adalah fight back antarkelompok di situ.”

Rocky bahkan menduga pihak kepolisian tidak mampu menangani kasus Ferdy Sambo sehingga mereka melakukan peretasan terhadap pihak yang memiliki potensi untuk memperdalam kasus tersebut.

Baca Juga: Mangkir Panggilan KPK, IDI Bongkar Modus Lukas Enembe Pura-pura Sakit?

Ia menjelaskan, “Jadi sangat mungkin ini bukan kebijakan kepolisian, tapi efeknya akhirnya membuat kita melihat bahwa Pak Sigit akhirnya enggak mampu untuk mengasuh kasus ini supaya enggak pergi ke mana-mana.”

“Sangat mungkin ada kecemasan dari awal bahwa kepolisian itu tahu arahnya bakal terlalu berat. Beban politik dari kasus Sambo ini terlalu berat. Karena itu, mereka yang potensial untuk memperdalam kasus ini itu kemudian mulai diretas. Kan jalan pikirannya begitu,” sambungnya.

Dengan begitu, Rocky menekankan agar jangan sampai kasus Ferdy Sambo berdampak pada kebebasan pers.

“Jadi jangan sampai bagian yang merupakan kebebasan pers itu dikait-kaitkan dengan kasus ini. Justru pers membantu,” jelasnya.

Ia menandaskan, “Najwa Shihab orang yang pintar, berani, dan tentu kupingnya ada di mana-mana selain matanya ada di mana-mana. Mata Najwa pasti ada di mana-mana. Jangan sampai Mata Najwa dimata-matai, tidak boleh, tidak etis.”

Sementara itu, Head of Newsroom Narasi, Laban Abraham, mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui siapa dalang di balik peretasan yang dialami oleh timnya.

Akan tetapi, ia memastikan kalau peretasan itu dilakukan untuk membungkam tim Narasi dalam kegiatan jurnalistiknya.

Laban menjelaskan, “Sekali lagi saya tidak bisa menyimpulkan dengan pemberitaan, belum sejauh itu, tapi kami menilai dan meyakini ada upaya pembungkaman, ini bagian dari sistematis upaya pembungkaman teman-teman Narasi untuk menyampaikan karya-karyanya lah.”

Baca Juga: Pj Gubernur Heru Budi Haruskan Seluruh Masjid di Jakarta Setor 50 Persen Infak ke Ormas, Dokter Eva: Hati-hati Bro, Ini soal Amanah

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover