Nggak Pakai Eng-Ing-Ing, AHY Tegas Pecat Lukas Enembe: Demokrat Memegang Teguh Upaya Penegakan Hukum!

Nggak Pakai Eng-Ing-Ing, AHY Tegas Pecat Lukas Enembe: Demokrat Memegang Teguh Upaya Penegakan Hukum! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi memberhentikan kadernya Lukas Enembe dari jabatan Ketua DPD Demokrat Provinsi Papua. 

Ketetapan itu menyusul proses hukum yang saat ini harus dijalani Enembe sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi oleh KPK. AHY pun menunjuk Willem Wendik sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.

Baca Juga: Kecewa Berat Lihat Sohibnya Bela Keluarga Sambo, Omongan Novel Baswedan ke Febri Diansyah Ngena Banget, Pasang Kuping Baik-baik!

"Sejak KPK menetapkan status tersangka kepada Pak Lukas, maka kami menunjuk Saudara Willem Wandik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat Provinsi Papua," kata AHY di dalam konferensi persnya di Jakarta, pada Kamis (29/8/2022). 

Menurut AHY, pencopotan Enembe telah sesuai dengan AD/ART partai. Bagi AHY, Demokrat tegas mendukung proses hukum yang berjalan terhadap kadernya. 

"Partai Demokrat memegang teguh komitmen untuk mendukung setiap upaya penegakan hukum di negeri ini, termasuk upaya pemberantasan korupsi," ujar AHY. 

"Kami juga mendukung upaya hukum Pak Lukas untuk mencari keadilannya," tukas dia. 

Sebelumnya, Lukas sedianya dijadwalkan bakal diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. Lukas merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait APBD di Papua.

Lukas sudah dua kali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan namun mangkir karena alasan sakit. Lukas bahkan telah mengajukan permintaan status pencegahannya dicabut agar bisa menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.

Baca Juga: Jadi Pengacara Baru Putri Candrawathi, Febri Diansyah Akui Kesulitan dalam Menangani Perkara FS adalah Soal Sakit Hati Semua Pihak

"Beberapa perkara yang sedang ditangani menyangkut LE (Lukas Enembe) bukan hanya satu ya. Ada beberapa sedang kita tangani," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto.

Belakangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga menyebut terdapat kasus lain yang sedang didalami. Kasus tersebut adalah dugaan korupsi pengelolaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) dan pengelolaan dana operasional pimpinan.

Baca Juga: Jokowi Ngumpul Bareng Relawan di GBK, Murid Tertua Rizieq Ngomel-ngomel: Biayanya dari Mana Tuh? Mending Buat Korban Gempa Cianjur!

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover