Lukas Enembe Terjerat Korupsi, Perintah Pangeran Cikeas Buat Seluruh Kader Partai Demokrat Papua, Nggak Main-main, Simak!

Lukas Enembe Terjerat Korupsi, Perintah Pangeran Cikeas Buat Seluruh Kader Partai Demokrat Papua, Nggak Main-main, Simak! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi perintah tegas terhadap seluruh kader Partai Demokrat Papua setelah ketua DPD partai Demokrat Lukas Enembe terjerat kasus korupsi. AHY meminta semua kader di DPD Demokrat Papua menahan diri dan tetap menjaga kondusifitas. 

"Kepada seluruh kader Partai Demokrat di Provinsi Papua, saya minta tetap tenang, dan mari kita hormati proses hukum yg sedang berjalan. Sama-sama kita jaga situasi kondusif di tanah Papua yang kita cintai," kata AHY di DPP Demokrat, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga: Pakar Hukum Blak-blakan, Nggak Percaya Febri Diansyah yang Ngaku Bakal Objektif Bela Keluarga Ferdy Sambo: Omong Kosong!

AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat berkomitmen untuk mendukung setiap upaya penegakan hukum, termasuk dalam soal pemberantasan korupsi yang saat ini sedang menyeret kadernya, yakni Ketua DPD Demokrat Papua Lukas Enembe.

Kendati begitu, AHY berharap proses penegakkan hukum terhadap Lukas ini bisa menghasilkan keputusan yang adil tanpa ditunggangi oleh kepentingan politik dari pihak manapun.

"Partai Demokrat menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kami hanya bermohon agar hukum ditegakkan secara adil. Jangan ada politisasi dalam prosesnya. Juga mari kita hindari, trial by the press," tuturnya. 

AHY menyebut Demokrat tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apapun terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Tapi tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengerahkan tim bantuan hukum apabila dibutuhkan.

"Meski demikian, sebagaimana yang menjadi ketentuan dalam organisasi, Partai Demokrat tetap akan menyiapkan tim bantuan hukum jika dibutuhkan," jelasnya.

Baca Juga: Terungkap! Senjata Laras Panjang dan Pistolnya Dilucuti di Magelang, Brigadir J Mohon-mohon ke Putri Candrawathi: Ibu Boleh Saya….

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK lantaran diduga menerima gratifikasi Rp 1 miliar terkait dana APBD di Papua pada awal September lalu. 

Ketua DPD Demokrat Papua itu sudah beberapa kali dipanggil KPK, namun tak kunjung memenuhi panggilan. Kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwari, mengungkapkan kliennya sampai saat ini masih dalam perawatan sehingga tidak dapat menghadiri panggilan KPK.

Baca Juga: Pj Gubernur Heru Budi Haruskan Seluruh Masjid di Jakarta Setor 50 Persen Infak ke Ormas, Dokter Eva: Hati-hati Bro, Ini soal Amanah

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover