Makin Panas! Partai Demokrat Tantang PDIP Buka-bukaan Fakta Kecurangan Pemilu

Makin Panas! Partai Demokrat Tantang PDIP Buka-bukaan Fakta Kecurangan Pemilu Kredit Foto: Achmad Rizki Muazam

Perseteruan antara Partai Demokrat dengan PDIP buntut dari pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ihwal dugaan kecurangan Pemilu 2024 belum juga usai. 

Terbaru, Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menantang PDIP untuk buka-bukaan fakta pelaksanaan Pemilu sejak era Presiden Megawati hingga pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Herman mengaku dongkol dengan sikap PDIP yang seolah terlalu mencampuri urusan internal Partai Demokrat. Padahal, pernyataan SBY soal dugaan kecurangan Pemilu disampaikan hanya untuk internal partai.

Baca Juga: AHY Curhat Lukas Enembe Kerap Diintervensi Istana: Sempat Duga Kasus Korupsi Bermuatan Politik

Menurutnya, seharusnya elite PDIP tidak perlu kepanasan dengan pernyataan SBY tersebut.

Jadi, ini kan forum internal kami, di rumah tangga lagi bicara, lagi ngobrol, tiba-tiba sebelah kemudian kok nyerang-nyerang sebelah!” ujar Herman dalam acara diskusi bertajuk Benarkah Pemilu 2024 Curang? di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022)..

Dia pun menyayangkan pernyataan sejumlah elite PDIP yang terkesan menyerang Partai Demokrat.

Baca Juga: Fix Nih! NasDem-Demokrat-PKS Bakal Lamar Anies Baswedan Jadi Capres 2024

Contohnya, pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto dan Adian Napitupulu yang menyebut Pemilu 2009 era Presiden SBY terjadi kecurangan, sehingga merugikan PDIP dan Megawati Soekarnoputri.

"Kalau mau menjelekan mah banyak celah, saya akan berbicara jelek tentang Pemilu 2014, 2019, tapi saya gak mau bicara itu," ungkap Herman.

"Justru tudingan-tudingan bahwa terjadi kecurangan Pemilu di 2009 itu jahat. Kan ada penyelenggaranya di situ. Jadi, kalau mau kemudian menjelek-jelekan setumpuk saya," tegasnya.

Baca Juga: Ternyata SBY Terpilih Jadi Presiden 2004 Karena Campur Tangan Amerika: Megawati Disingkirkan dengan Keji!

Oleh karena itu, Herman menantang PDIP--dalam hal ini Masinton Pasaribu yang juga menjadi narasumber diskusi--untuk buka-bukaan agar fair.

"Coba lihat ajalah sejarah, ayok kalau mau buka-bukaan, kita buka semuanya (biar) fair. Nah lebih baik sekarang tos-tosan. Itu Pak Masinton maksud saya," tegasnya.

Baca Juga: Jika Habib Rizieq Cs Pilih Anies Baswedan di Pilpres 2024, Prabowo Subianto Bakal Ditinggal Gara-gara Ini!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover