Jaringan Ferdy Sambo di Polri dan Lembaga Negara Lainnya Masih Kuat Luas, Duitnya Juga Masih Banyak, Hati-hati, JPU Diintervensi!

Jaringan Ferdy Sambo di Polri dan Lembaga Negara Lainnya Masih Kuat Luas, Duitnya Juga Masih Banyak, Hati-hati, JPU Diintervensi! Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pengacara Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) Martin Lukas Simanjuntak mengaku pihaknya sangat khawatir dengan kekuatan Ferdy Sambo yang bisa saja mengintervensi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J untuk meringankan hukumannya. 

Martin Lukas menegaskan, hingga sekarang ini Ferdy Sambo masih punya kekuatan yang sangat besar, dia menyebut eks Kadiv Propam Polri itu masih punya jaringan luas baik di dalam internal polri sendiri maupun di lembaga negara lainnya, tidak hanya itu dia juga masih punya kekuatan besar dari segi finansial.

Baca Juga: Putri Candrawathi Masuk Penjara, Omongan Anak Buah AHY Nggak Disangka-sangka, Simak Baik-baik!

"Tentu kalau kekhawatiran, bukan hanya komisi kejaksaan  khawatir, kami pun selaku kuasa hukum dari keluarga korban maupun keluarga korban, maupun publik itu khawatir. Khawatir ini bukan tanpa alasan, kita tahu bahwa FS ini memiliki networking ya atau pun jaringan. Baik dari bekas institusinya atau pun antar lembaga negara,” kata Martin Lukas kepada wartawan Sabtu (1/9/2022).

"Lalu FS ini masih memiliki uang yang banyak ya, Jadi menurut saya, kita punya banyak teman dan kita memiliki modal cukup banyak, itu bisa mempengaruhi dalam hal ketika kita bermasalah dengan hukum," sambungnya. 

Martin Lukas menyebut, kekhawatiran lainnya juga timbul karena adanya oknum jaksa dan hakim nakal yang bisa saja disuap Ferdy Sambo dan membelokan fakta-fakta perkara pembunuhan itu untuk meringan hukuman yang bersangkutan. Kata Martin Lukas, oknum jaksa dan hakim yang mau disogok bukan barang baru di negara ini. 

"Yang tentunya masyarakat selalu berpikir bahwa 'Hukum itu bisa dibeli. Nah ini yang kita tidak mau terjadi dalam kasus Peradilan Ferdy Sambo dkk," ujarnya.

Baca Juga: IPW Blak-blakan Beber Keuntungan Bu Putri Ditahan Polri: Kalau Di Kejagung Dia Masuk Rutan Biasa, Itu Bakal Menghambatnya Untuk….

Untuk menjaga itu, Martin mengatakan bahwa biarkan publik melihat persidangan secara langsung, berikan akses.

"Jangan sampai nanti dibatasi, tidak boleh melihat ataupun media tidak boleh meliput secara live. Ini tidak fair, karena kasus ini sudah menyita perhatian publik, kalau publik tidak diberi akses, tentunya ini akan mencederai rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Demi Jegal Anies, Benarkah Jokowi Mengubah UU Pemilu?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover