Polemik Ucapan Gus Yaqut, Jokowi Kena Getahnya: Kesalahan Anda Adalah Mengangkat Menag yang Bukan Ahlinya!

Polemik Ucapan Gus Yaqut, Jokowi Kena Getahnya: Kesalahan Anda Adalah Mengangkat Menag yang Bukan Ahlinya! Kredit Foto: Sigid Kurniawan

Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Habib Noval Assegaf memberi kritik keras kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kritik dilontarkan untuk merespon pernyataan kontroversial Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengaku Kementerian Agama Adalah hadiah dari pemerintah buat NU.

Menurut Noval Assegaf hal ini terjadi karena kesalahan Presiden Jokowi yang mengangkat Menteri Agama yang tak kompeten.

Baca Juga: Digebuk Kiri Kanan, Gus Yaqut Teriak: Salah Nggak Itu? Saya Tanya Salah Nggak Itu?

“Pak @jokowi, salah satu kesalahan anda yang bikin mudharat adalah mengangkat menteri agama yang bukan ahlinya, bahkan dia tidak tahu apa yang seharusnya dikerjakan,” kata Habib Novel dikutipdi akun Twitternya, Selasa(26/10/2021).

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini membantah pernyataan Mena) Yaqut Cholil Qoumas tentang Kemenag adalah hadiah negara untuk NU.

 Baca Juga: Dikritik Sana Sini Gegara Bilang Kemenag Hadiah Buat NU, PAN Desak Gus Yaqut Segera Minta Maaf

“Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam,” kata Helmy dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10).

Helmy menyampaikan NU memang punya peran penting dalam penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta saat dituang ke Pancasila. Namun, hal itu tak membuat NU menjadi istimewa di pemerintahan.

Baca Juga: Letjen Dudung Minta Prajurit TNI Tidak Fanatik Agama, Menag Yaqut Langsung Beri Respon 

“Meski demikian, NU tidak memiliki motivasi untuk menguasai ataupun memiliki semacam privelege dalam pengelolaan kekuasaan dan pemerintahan karena NU adalah jamiyyah diniyah ijtimaiyyah, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut menuai kontroversi dengan menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk NU. Ia berkata NU berhak atas posisi di Kemenag karena jasa dalam penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta.

Baca Juga: Bertemu Risma di Makam Bung Karno, Begini Reaksi Ganjar Saat Ditanya Soal Pilpres

“Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU,” klaim Yaqut, disiarkan kanal YouTube TVNU Rabu (20/10/2021)

Terkait

Terkini