Tragedi Kanjuruhan, Aremania Diusir Saat Tegur Polisi Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton Karena Banyak Anak Kecil, Astaga

Tragedi Kanjuruhan, Aremania Diusir Saat Tegur Polisi Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton Karena Banyak Anak Kecil, Astaga Kredit Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto/pras

Tragedi Kanjuruhan yang merenggut ratusan korban jiwa masih terus dikecam berbagai pihak, polisi menjadi bulan-bulanan masyarakat pengguna media sosial, pasalnya jatuhnya korban jiwa dalam tragedi ini disinyalir terjadi karena tembakan gas air mata petugas keamanan. 

Kekinian sebuah video yang diunggah seorang warganet pengguna instagram dengan nama akun @majeliskopi08 viral, video itu menunjukan seorang aremania (sebutan untuk pendukung Arema FC) turun ke lapangan menegur petugas keamanan yang sedang menembakan gas air mata ke arah tribun penonton. 

Baca Juga: Penembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton di Kanjuruhan Dimaklumi Politisi PDIP: Kita Nggak Tahu Kondisi Lapangan

Aremania yang masih anonim itu meminta aparat menghentikan aksinya itu sebab di tribun penonton terdapat banyak anak kecil dan perempuan, sayangnya teguran Aremania itu sama sekali tidak dipedulikan, justru sebaliknya dia diusir dari lapangan.  

"Ternyata dalam momen #tragedikanjuruhan ada aremania yang turun ke lapangan ngingetin bapack-bapack untuk tidak menggunakan gas air mata, karena banyak anak kecil di tribun," kata warganet itu dalam keterangan video yang diunggahnya sebagaimana dilihat Selasa (4/10/2022). 

Dalam video itu tampak Aremania tersebut memohon agar aparat menghentikan aksinya itu, namun polisi yang ia datangi  meneriakinya dengan meminta yang bersangkutan mengutarakan  niatnya kepada komandan mereka. 

"Bapack-bapack itu bilang kasih tau komandan-kasih tau komandan.. lalu disuruh keluar lapangan. Komandannya namanya siapa pak?" tulis @majeliskopi08.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Fery Hidayat dan dimutasikan sebagai Pamen SDM Polri. 

Baca Juga: Paloh Tunjuk Anies Baswedan Jadi Capres, Ketua DPP NasDem Pro Ahok Langsung Minggat, Kata-katanya Pas Pamitan Nyelekit Abis!

Kapolda Jatim Nico Afinta juga menonaktif jabatan Danyon, Danki dan Danton Brimob sebanyak 9 orang.  Dedi Prasetyo menjelaskan hingga saat ini Polri memeriksa anggota polisi terkait tragedi di stadion Kanjuruhan.

"Hingga saat ini 28 orang masih diperiksa, ada kemungkinan akan bertambah. Tim hingga saat ini juga menaikkan pemeriksaan dari penyelidikan menjadi penyidikan," jelas dedi Prasetyo.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover