Buru-buru Banget Capreskan Anies Baswedan, Trik Politik Surya Paloh Malah Dibongkar Habis-habisan, Ternyata…

Buru-buru Banget Capreskan Anies Baswedan,  Trik Politik Surya Paloh Malah Dibongkar Habis-habisan, Ternyata… Kredit Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Peneliti Pusat Riset Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati menilai pendeklarasian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres adalah bagian dari strategi Partai NasDem untuk memikat partai lain.

Partai yang dikomandoi oleh Surya Paloh itu dinilai tengah berupaya untuk mengunci Anies Baswedan dengan melaksanakan deklarasi lebih awal. Dengan begitu, NasDem akan memiliki daya tawar lebih tinggi saat ingin membentuk postur koalisi.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Jeritan Ibu Saat Tribun Penonton Dihujani Tembakan Gas Air Mata: Bayi Saya Nggak Bernafas… Anak Saya Mati!

"Saya pikir yang dilakukan NasDem itu semacam pemagaran kandidat dari NasDem supaya tidak kehilangan momentum. Sehingga NasDem sendiri punya daya tawar politik yang tinggi kepada parpol lain yang berminat mengusung Anies," kata Wasisto saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

Pengamat politik itu menyarankan agar Partai NasDem tidak perlu menunda-nunda dalam mencari kawan koalisi. NasDem disebut perlu mencari kawan yang memang sejalan dengan apa yang sudah digagas, seperti pantasnya Anies Baswedan untuk diusung sebagai calon presiden.

"Saya pikir tentu Partai NasDem perlu mengajak parpol koalisi. Karena kalau sudah mendeklarasikan Anies sebagai capres kan otomatis itu menjadi semacam faktor pemikat bagi parpol lain yang benar-benar menunjukkan dan membuktikan bahwa Anies betul-betul cocok menjadi calon presiden," ungkapnya.

Sementara itu, soal kriteria calon wakil yang akan menjadi pendamping Anies, Wasisto menilai ada baiknya itu ditentukan dengan melihat dinamika yang berkembang jelang Pemilu 2024. Selain itu, calon wakil tersebut juga harus mampu melengkapi apa yang kurang dari sosok Anies Baswedan.

Baca Juga: Paloh Cs Capreskan Mas Anies, Orang PDIP Ngegas, Sebut NasDem Ingin Intervensi KPK Soal Kasus Formula E

"Saya pikir tergantung dari satu dinamika politiknya seperti apa. Apakah narasi identitas itu masih berlaku atau tidak. Yang kedua adalah tentang kebutuhan dari pemerintahan sendiri seperti apa," kata Wasisto.

"Kalau sekarang ini lebih gencar-gencarnya menggenjot infrastruktur kan. Saya pikir di sini saya kira slogan Pilpres 2024 itu apa," lanjutnya.

Baca Juga: Klarifikasi Hoaks ‘Munajat untuk Anies Baswedan’ Bareng Habib Rizieq, NasDem Diketawain: Wkwk Repot Sendiri Kan?

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover