Kapolres Malang Dicopot, Netizen Justru Singgung Soal 'Tumbal' Tragedi Kanjuruhan: Kasihan, Sudah Berbusa-busa..

Kapolres Malang Dicopot, Netizen Justru Singgung Soal 'Tumbal' Tragedi Kanjuruhan: Kasihan, Sudah Berbusa-busa.. Kredit Foto: Istimewa

Eks Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, menjadi salah satu orang yang kerap dikaitkan dengan tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang tersebut, Ferli dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Viral! Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan Ini Disebut Diculik di Stasiun, Ternyata Oh Ternyata..

Namun, pencopotan tersebut justru membuat netizen saling mengungkap kebaikan yang dilakukan oleh Ferli dan membandingkannya dengan Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.

Seorang netizen melalui akun Twitter @fakhriation mengungkap bahwa sebelum laga antara Arema FC vs Persebaya, Ferli sudah meminta agar jadwal pertandingan dimajukan.

Tak hanya itu, pengguna akun itu juga menyebut kalau Ferli sudah meminta agar tiket hanya dijual sebanyak 38.000 saja.

Pengguna akun itu kemudian membandingkannya dengan Nico yang menyebut kalau penggunaan gas air mata pada tragedi Kanjuruhan sudah sesuai prosedur.

“Tau ga sih Kapolres yg dipecat itu udah minta soal pengaturan jadwal dimajuin. Udah minta tiket dijual 38 ribu aja. Meski dia akhirnya menyetujui izin, ia jadinyaa dicopot,” tulisnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @fakhriation yang diunggah pada Selasa (4/10/2022).

Ia menambahkan, “Kapolda Jatim yg bilang udah sesuai prosedur yg artinya itu jelas2 prosedur pembunuhan sipil, ga dicopot.”

Tak hanya itu, akun @fakhriation juga mengatakan kalau mantan Kapolres Malang itu hanya dijadikan sebagai tumbal keteledoran polisi lain.

“Kapolres Malang kalau kata kompolnas ga pernah beri instruksi tembakan gas air mata. Terus siapa ya yg ngasih instruksi?” tanyanya.

Ia melanjutkan, “Yg dijadiin tumbal keteledoran polisi ya Kapolres ini, dan personel bawah2nya, agar yg atas aman. Tagih terus sampai ke hirarki yg paling tinggi.”

Dalam cuitan netizen lain melalui akun @Hamba Allah_411, beredar video yang diduga diambil saat Ferli sedang memberikan instruksi lima jam sebelum pertandingan dimulai.

Baca Juga: Buru-buru Banget Capreskan Anies Baswedan, Trik Politik Surya Paloh Malah Dibongkar Habis-habisan, Ternyata…

Ferli mengatakan, “Yang pertama, tolong tidak ada satu pun anggota yang membawa senjata api. Jadi kalau masih ada (yang membawa senpi), baik bintara senior atau pun perwira, tolong segera diamankan dahulu.”

“Yang kedua, tolong tidak ada yang melakukan kekerasan yang sifatnya eksesif. Seperti apa pun nanti dinamikanya, tolong jangan sampai kita melakukan kekerasan yang eksesif. Sesuaikan saja ancaman yang kita hadapi dengan penggunaan kekuatan yang kita miliki,” sambungnya.

Ia juga meminta agar aparat tidak ada yang makan tulang alias tidak mau berusaha sendiri melainkan hanya mengambil keuntungan dari hasil kerja orang lain.

“Yang ketiga, saya mohon bantuan rekan-rekan perwira, lakukan pengawasan dan pengendalian penuh terhadap rekan-rekan anggotanya. Mohon sekali tidak ada yang makan tulang,” tegasnya.

Saat mengunggah video itu, pengguna akun @HambaAllah_411 menulis, “Intruksi Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat 5 Jam Sebelum Awal Pertandingan.”

“Kasian Pak Kapolres Malang ... Sudah Berbusa?2; Untuk Mengintruksikan ke Anak Buahnya Tapi Anak Buahnya Melanggar Apa Yg di Intruksikan Beliau.”

Salah satu netizen kemudian ada yang membalas, “Saya bersaksi beliau sangat sigap dan humanis, kebetulan lokasi tugas saya diatas VIP, pas trofeo ronaldinho dan arema vs persib beliau bertugas sangat baik, responsif, 90 menit pertandingan selalu kontrol situasi, dan sigap koordinasi meskipun gesekan kecil.”

Meski begitu, beberapa netizen menilai bahwa pencopotan yang didapatkan Ferli merupakan risiko dari jabatan yang diembannya.

Baca Juga: Bandingkan Relawan Anies dengan Ganjar, Rocky Gerung: Kalau Ganjar, Relawannya Harus Diberi Uang Jajan Dulu

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover