Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis, Eggi Sudjana mendesak pihak kepolisian segera menangkapMenteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga: MUI Semakin Dongkol Gegara Menag Yaqut Ogah Minta Maaf
Menurut Egi,Menag Yaqut segera ditangkap lantaran pernyatannya itu dapa memicu perpecahan ditengah masyarakat lantaran ucapan itu menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Dia lantas meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menangkap dan mengadili Yaqut.
“Kami meminta dengan hormat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar menangkap dan memproses hukum Yaqut Cholil Qoumas, sebagai bentuk konfirmasi bahwa setiap warga negara berkedudukan yang sama dimuka hukum,” kata Eggi Selasa (26/10/2021).
Pernyatan Menag Yaqut dikritik berbagai kalangan, namun Yaqut berdalih omongannya itu bukan untuk konsumsi publik sebab pernyataan itu dia lontarkan sebagai penyemangat buat para santri pada hari santri nasional beberapa hari lulu. Menganggap pernyatan itu hanya untuk kepentingan internal, Menag Yaqut pun menolak meminta maaf.
Baca Juga: Yusril Ikut-ikutan Kesal Dengan Menag Yaqut:Omongan Nggak Ada Guna, Bikin Gaduh Saja!
Keputusan Menag Yaqut untuk tidak meminta maaf ini membuatMajelis Ulama Indonesia (MUI) semakin jengkel kepada dirinya.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Muhammad Cholil Nafis mengatakan, alasan Yaqut untuk tidak meminta maaf atas ucapannya tersebut dirasa ganjil, sebab pernyataan itu di disiarkan di saluran you tube dan zoom sehingga masyarakat dengan mudah mengaksesnya.
"Meskipun untuk internal tetaplah tak benar dan tak elok. Kan sudah jelas acaranya via zoom dan disiarkan TV. Nyatanya terpublikasi dan viral," kataCholil Nafis lewat akun Instagram pribadinya, dikutip pada Selasa (26/10/2021).