Jadi Kuburan Massal, Mabes Polri Akhirnya Angkat Bicara Soal di Pintu 13 Saat Aremania Terjebak, Bergidik!

Jadi Kuburan Massal, Mabes Polri Akhirnya Angkat Bicara Soal di Pintu 13 Saat Aremania Terjebak, Bergidik! Kredit Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto/pras

Mabes Polri akhirnya angkat bicara mengenai kengerian di pintu 13 stadion Kanjuruhan, pintu 13 ini disebut-sebut menjadi titik  yang paling mencekam, banyak Aremania, sebutan untuk pendukung Arema FC yang terjebak di sana dan akhirnya meregang nyawa saat kerusuhan usai laga Arema FC vs Surabaya itu pecah 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap 29 saksi, disebutkan pintu stadion stadion saat kerusuhan terjadi sudah dibuka, namun pintu itu tidak dibuka sempurna  sehingga tidak cukup menampung massa berdesak-desakan ingin keluar dalam waktu bersamaan. 

Baca Juga: Bilang Gas Air Mata di Kanjuruhan Hanya Ingin Memukul Mundur Massa, Mahfud MD Langsung Diprotes : Tuan Prof, Panggal Masalahnya Adalah….

“Terkait pintu waktu itu pengakuan dari saksi sudah dibuka cuman hanya sedikit. Di mana terjadi kepanikan yang membuat orang berbondong-bondong mendatangi lokasi pintu keluar dan membuat jatuh korban,” kata Dedi  kepada wartawan dikutip Rabu (5/10/2022). 

Dilansir dari JPNN.com salah satu  yakni Eko menyatakan ketika saat peristiwa itu berlangsung kondisi di Gate 13 sungguh sangat mencekam, dirinya menyaksikan mayat bergelimpangan di pintu tersebut, dia tidak mengetahui secara persis jumlah mayat yang ada di titik tersebut, namun dia memastikan korban meninggal dunia itu rata-rata adalah anak muda. 

“Korbannya adik-adik saya (Aremania) ada ratusan orang yang meninggal dunia, rata-rata dari mereka mengalami lebam berwarna ungu dengan mata sedikit melotot,” katanya.

Baca Juga: Babak Belur Gegara Bilang Aremania Kayak Preman, Ade Armando Beri Klarifikasi,Tapi Tetap Salahkan Penonton, dan Ngotot Bela Polisi, Astaga!

Pintu keluar pada saat terjadinya krisis sedang dikunci atau digembok sehingga Aremania melakukan pembobolan tembok yang ada di samping pintu. Kondisinya sangat tidak kondusif dan banyak sekali manusia yang tertindih. 

“Di stadion ditembak menggunakan gas air mata dan di pintu keluar dikunci. Jadi, tidak bisa keluar,” tuturnya.

Baca Juga: Klarifikasi Hoaks ‘Munajat untuk Anies Baswedan’ Bareng Habib Rizieq, NasDem Diketawain: Wkwk Repot Sendiri Kan?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover