Jokowi Tegaskan Tragedi Kanjuruhan Harus Diusut Tuntas, Jangan Ada yang Ditutup-tutupi: Sanksi Pidana Mesti Dijatuhkan!

Jokowi Tegaskan Tragedi Kanjuruhan Harus Diusut Tuntas, Jangan Ada yang Ditutup-tutupi: Sanksi Pidana Mesti Dijatuhkan! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan akan diusut tuntas. Ia juga meminta Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk segera mengusut tuntas tragedi tersebut.

"Kalau Tim Gabungan Independen itu minta (waktu) satu bulan, tapi saya minta secepat-cepatnya karena barangnya kelihatan semua," ujar Jokowi dalam konferensi persnya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (5/10/2022).

"Kita usut tuntas tidak ada yang ditutup-tutupi yang salah juga diberikan sanksi kalau pidana juga," imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Ngaku Sudah Telepon FIFA untuk Bantu Perbaiki Tata Kelola Sepak Bola Indonesia

Tim Gabungan Independen ini diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dibentuk untuk mencari tahu penyebab utama terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 korban jiwa.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, tim gabungan akan mengumpulkan fakta dari berbagai pihak untuk kemudian disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Berikan Santunan Rp50 Juta Bagi Keluarga Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

“Sanksi dari PSSI ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri, jadi dibagi-bagi. Audit untuk bangunan nanti yang menyampaikan adalah dari Kementerian PU, tetapi secara keseluruhan nanti tim gabungan independen pencari fakta yang akan menyampaikan,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sebelumnya, Jokowi mengunjungi korban sakit tragedi Kanjuruhan di RSUD dr. Saiful Anwar. Ia juga memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga korban meninggal dunia.

Setelah itu, mantan Wali Kota Solo ini meninjau langsung Stadion Kanjuruhan, Malang, untuk mengetahui kondisi tragedi 1 Oktober lalu.

Terkait

Terkini