Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih enggan mengutarakan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya keluarga korban tragedi Kanjuruhan Malang.
Saat Jokowi meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang pada Rabu (5/10/2022) siang, seorang wartawan menanyakan apakah ada pihak yang harus meminta maaf atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang tersebut.
Mendengar pertanyaan itu, Jokowi sontak terdiam beberapa saat, wajahnya mengerut. Kemudian ia kembali menanyakan pertanyaan wartawan tersebut.
Sementara itu, Ketua PSSI Mochammad Iriawan dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang berdiri di samping Jokowi nampak terkejut dengan pertanyaan wartawan itu. Mereka kompak langsung menoleh ke arah Jokowi.
Sedangkan Menpora Zainuddin Amali yang juga berdiri di samping Jokowi, langsung menunduk sambil menggaruk-garuk jidatnya.
Jokowi hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan itu ihwal permintaan maaf.
"Semuanya dilihat terlebih dahulu secara menyeluruh lewat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta, ya, terima kasih," ucap Jokowi langsung bergegas pergi mengakhiri sesi konferensi pers.
Sebelumnya, Aremania--suporter Arema FC--mendesak sejumlah pihak untuk meminta maaf secara terbuka atas tragedi Kanjuruhan Sabtu malam lalu.
Adapun pihak yang harus meminta maaf adalah Presiden Jokowi, Menpora, Kapolri, Panglima TNI, Ketua Umum PSSI, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Manajemen Arema FC, Panitia Pelaksana Pertandingan, dan DPR RI.
Aremania mendesak semua pihak tersebut meminta maaf secara terbuka melalui media nasional dalam jangka waktu paling lambat 3 hari sejak hari ini, Rabu (5/10).