Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai melakukan investigasi tragedi Kanjuruhan yang memakan 131 korban jiwa. Lembaga negara itu mensinyalir tragedi mengerikan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu terjadi karena tembakan gas air mata petugas. Sejumlah korban selamat dan saksi telah memberi pernyataannya kepada Komnas HAM.
"Banyak pihak yang memberikan keterangan kepada kami itu akibat gas air mata," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam sebuah video kepada wartawan dikutip Populis.id Kamis (6/10/2022).
Anam mengaku pihaknya juga telah mewawancarai sejumlah korban selamat dalam tragedi mengerikan itu, dia menyebut kondisi sejumlah korban cukup mengenaskan karena efek gas air mata yang ditembakan polisi
"Matanya sangat merah. Bahkan, kami bertemu dengan salah satu korban yang itu peristiwanya hari Sabtu (2/10/2022), Senin (4/10/2022) bertemu kami. Senin baru bisa melihat. Matanya sakit kalau dibuka. Dadanya juga perih, sesak napas, tenggorokannya perih. Itu beberapa contoh informasi yang kami dapat," ungkap Anam.
Tidak hanya itu, Komnas HAM juga telah melihat secara langsung kondisi jenazah korban, kata Anam sejumlah korban tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan Mulai dari wajah yang membiru, mata memerah hingga mengeluarkan busa. Mereka diduga tewas karena efek gas air mata.
"Kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru, jadi muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen karena juga gas air mata," ungkap Anam.
"Jadi teman-teman, khususnya keluarga Aremania, maupun relawan yang menangani jenazah memberikan informasi terkait hal teresbut. Wajahnya biru. Banyak yang wajahnya biru, mata merah, keluar busa dan sebagainya," ungkap Anam.
Selain itu, korban juga ditemukan dalam kondisi luka-luka, mulai dari kaki dan rahang yang patah hingga memar. Anam juga memprediksi, jumlah korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan bakal bertambah lebih dari 125 jiwa yang saat ini tercatat di Komnas HAM.
"Jadi jenazah ini angkanya pasti akan bertambah. Dari 125 pasti akan bertambah terus, karena memang situasinya saat itu di hari H mulai Sabtu sampai Minggu pagi itu menang sangat crowded (penuh sesak). Sehingga angkanya akan bertambah, karena beberapa belum dicatat atau langsung dibawa oleh anggota keluarganya," tuntasnya.