"Kepolisian Indonesia sangat termiliterisasi, kurang terlatih dalam pengendalian massa, dan dalam hampir semua kasus, tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan langkah, kata para ahli," tulis New York Times dalam artikelnya yang terbit pada Senin (3/10) lalu.
Kantor berita Al Jazeera juga menerbitkan laporan videonya mengenai tragedi Kanjuruhan. Dalam laporan itu, Al Jazeera memuat sejumlah kesaksian korban selamat tragedi Kanjuruhan.
"Orang-orang berlari menuju pintu keluar, itu terkunci. Saat pemerintah Indonesia mengumumkan penyelidikan atas bencana sepak bola Malang yang menewaskan 125 orang, para penyintas membagikan kisah mereka pada hari yang menentukan itu," tulis Al Jazeera dalam laporannya yang terbit pada Rabu (5/10) kemarin.
Baca Juga: Jokowi Ngaku Sudah Telepon FIFA untuk Bantu Perbaiki Tata Kelola Sepak Bola Indonesia
Sebelumnya Presiden Jokowi telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Tim yang beranggotakan dari sejumlah kalangan seperti Menpora, Akademisi, dan pakar sepak bola ini bertujuan untuk menginvestigasi penyebab tragedi Kanjuruhan tersebut.