Tragedi Kanjuruhan Disorot Mata Dunia, Hensat Minta Jokowi Segera Usut Tuntas: Biar Bisa Jawab Kalau Ditanya di G20

Tragedi Kanjuruhan Disorot Mata Dunia, Hensat Minta Jokowi Segera Usut Tuntas: Biar Bisa Jawab Kalau Ditanya di G20 Kredit Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
The New York Times--media asal Amerika Serikat--menyoroti tragedi Kanjuruhan ini karena kelalaian Polisi yang menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.

"Kepolisian Indonesia sangat termiliterisasi, kurang terlatih dalam pengendalian massa, dan dalam hampir semua kasus, tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan langkah, kata para ahli," tulis New York Times dalam artikelnya yang terbit pada Senin (3/10) lalu.

Baca Juga: Rekaman CCTV Tragedi Kanjuruhan Dibuka, Korban Berjatuhan di Pintu 9 hingga 14 Polisi Langsung Bilang Begini

Kantor berita Al Jazeera juga menerbitkan laporan videonya mengenai tragedi Kanjuruhan. Dalam laporan itu, Al Jazeera memuat sejumlah kesaksian korban selamat tragedi Kanjuruhan.

"Orang-orang berlari menuju pintu keluar, itu terkunci. Saat pemerintah Indonesia mengumumkan penyelidikan atas bencana sepak bola Malang yang menewaskan 125 orang, para penyintas membagikan kisah mereka pada hari yang menentukan itu," tulis Al Jazeera dalam laporannya yang terbit pada Rabu (5/10) kemarin.

Baca Juga: Jokowi Ngaku Sudah Telepon FIFA untuk Bantu Perbaiki Tata Kelola Sepak Bola Indonesia

Sebelumnya Presiden Jokowi telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Tim yang beranggotakan dari sejumlah kalangan seperti Menpora, Akademisi, dan pakar sepak bola ini bertujuan untuk menginvestigasi penyebab tragedi Kanjuruhan tersebut.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terkini