Pemberi Perintah dan Penembak Gas Air Mata ke Tribun Stadion Kanjuruhan Terbongkar, Polri Bakal Kasih...

Pemberi Perintah dan Penembak Gas Air Mata ke Tribun Stadion Kanjuruhan Terbongkar, Polri Bakal Kasih... Kredit Foto: Akurat

Sebanyak 20 personel kepolisian diduga melakukan pelanggaran etik terkait dengan peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan hingga ratusan orang meninggal dan luka-luka. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa, keputusan tegas dari Kapolri tersebut merupakan komitmen dari institusi Korps Bhayangkara yang sejak awal untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. 

"Bapak Kapolri sejak awal langsung bergerak cepat menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan mengusut tuntas peristiwa tersebut," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Jumat (7/10).

Baca Juga: Pengakuan Suporter Arema FC: Saya Bisa Dengar Anak Kecil Minta Tolong, Ibu-ibu Minta Tolong, Saya Inisiatif Turun Cuma Buat Memohon...

Dari segi pidana, kata Dedi, Polri juga telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah, Dirut PT LIB AHL, Ketua Panita Pelaksana Arema FC AH, Kabag Ops Polres Malang Kompol WSP, Kasat Samapta Polres Malang AKP BSA, Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP H dan Security Officer SS. 

Dedi menyatakan, sampai dengan saat ini, tim dari Bareskrim, Polda Jawa Timur, Propam dan Itsus Polri masih terus bekerja dengan mengedepankan penyidikan Scientific Crime Investigation (SCI).

"Tentunya tim masih terus bekerja. Kami berharap masyarakat sabar dan mempercayakan sepenuhnya pengusutan perkara ini kepada kami. Sejak awal kami sudah berkomitmen untuk mengusut tuntas hal ini," ujar Dedi. 

Baca Juga: Ditetapkan sebagai Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Dosa yang DIlakukan Dirut PT LIB, Simak!

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowp ketika konferensi pers pada Kamis malam kemarin menyebutkan bahwa ada dua proses yang berjalan untuk mengusut tragedi kanjuruhan. Yaitu proses terkait pidana dan internal terhadap anggota Polri yang melakukan penembakan gas air mata. 

"Di internal, sudah diperiksa 31 personil, ditemukan bukti cukup terduga pelanggar. Para pelanggar di antaranya empat orang di antaranya merupakan pejabat utama (PJU) Polres Malang, yakni AKBP FH, Kompol WS, AKP PS, dan Iptu PS," tuturnya.

Baca Juga: Jokowi Salahkan Tangga dan Pintu Ketimbang Aparat Soal Tragedi Kanjuruhan, Celetukan Orang Demokrat Nyelekit!

Kemudian, dua orang perwira pengawas, dan pengendali, yakni AKBP AW dan AKP D. Lalu, tiga orang anggota lainnya yang bertindak melakukan perintah tembakan pemerintah tembakan gas air mata, yakni AKP H, AKP US, dan Aiptu PP

"Kemudian personil yang menembakkan gas air mata 11 personil. Setelah ini akan segera dilaksanakan proses untuk pertanggungjawbaan etik. Tidak menutup kemungkinan jumlah bertambah," tukasnya.

Baca Juga: Jokowi Ngumpul Bareng Relawan di GBK, Murid Tertua Rizieq Ngomel-ngomel: Biayanya dari Mana Tuh? Mending Buat Korban Gempa Cianjur!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover