Penuh Haru Polisi Sujud Minta Maaf Soal Tragedi Kanjuruhan, Ahli Forensik Komentar Begini

Penuh Haru Polisi Sujud Minta Maaf Soal Tragedi Kanjuruhan, Ahli Forensik Komentar Begini Kredit Foto: Istimewa

Sebuah unggahan di akun Twitter milik Polresta Malang kota, dianggap upaya mengurai luka batin warga Malang, setelah insiden Kanjuruhan yang merenggut ratusan korban jiwa supporter Aremania. Gambar itu menampilkan aparat kepolisian yang berjejer melakukan sujud meminta maaf kepada masyarakat Malang.

Diakui Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai pemandangan itu memang cukup mengharukan.

"Ini mengingatkan saya pada aksi simpatik serupa yang dilakukan di AS, oleh banyak personel polisi pasca tewasnya George Floyd di lutut polisi," kata Reza, Senin (10/10/2022).

Baca Juga: Polri Ngomong Kematian Ratusan Korban di Kanjuruhan Bukan Karena Gas Air Mata, Said Didu Nyeletuk: Tega Amat si Pak...

Menurut Reza, upaya penyesalan sekaligus permintaan maaf semacam ini memang sangat penting dilakukan. Pasalnya, cara ini berbeda dengan urusan pidana dan etik yang barangkali akan selesai beberapa pekan atau beberapa bulan.

"Luka batin masyarakat pasti akan menganga dalam waktu yang sangat lama. Nah, ketika polisi di Polresta Malang Kota bersujud sedemikian rupa, ini bisa meyakinkan publik bahwa polisi sungguh-sungguh ingin memberikan penawar atas luka itu," paparnya.

Baca Juga: Temuan Tragedi Kanjuruhan, Ternyata Oh Ternyata... Gas Air Mata Kadaluwarsa Tak Berbahaya, kok Bisa?

Tapi, menurut dia juga, upaya meminta apologi tanpa akuntabilitas jelas tak banyak bermanfaat. Seperti halnya frasa 'reformasi kepolisian'. Sudah membahana sejak puluhan tahun silam, dan digemakan lagi hari-hari belakangan ini.

"Bagaimana reformasi itu akan dilakukan? Entahlah," sebutnya.

Yang jelas, ia meyakini, Polri saat ini malah terkesan bergerak ke paramiliteristik. Seragam loreng mirip tentara adalah contohnya. Jadi, alih-alih memberlakukan seragam perang seperti itu, lebih baik polisi pakai baju berwarna terang.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover