Dituding Mengunci Pintu Stadion Saat Tragedi Kanjuruhan, Security Officer Arema FC Akhirnya Blak-blakan, Omongannya Bikin Kaget, Ternyata….

Dituding Mengunci Pintu Stadion Saat Tragedi Kanjuruhan, Security Officer Arema FC Akhirnya Blak-blakan, Omongannya Bikin Kaget, Ternyata…. Kredit Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Security Officer Arema FC Suko Sutrisno akhirnya angkat bicara setelah dituding mengunci pintu stadion saat tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.

Dimana penguncian pintu itu disebut sebagai penyebab jatuhnya ratusan korban jiwa dalam tragedi tersebut setelah terjebak dan berdesak-desakan di depan sejumlah pintu keluar stadion ketika aparat menembakan gas air mata secara membabi buta. 

Suko Sutrisno dengan tegas membantah tudingan tersebut, dia mengaku saat persita maut yang merenggut 131 korban jiwa itu berlangsung, dirinya sama sekali memerintahkan anak buahnya mengunci pintu-pintu tersebut dari luar.

Dia bahkan berani menantang pihak kepolisian untuk membuka seterang-terangnya rekaman kamera pengawas di setiap pintu.

Baca Juga: Kapolresta Malang Cs Sujud Minta Maaf ke Aremania, Ehh... Langsung Kena Omel MUI: Selain Kepada Allah, Sujud Itu Syirik dan Kufur!

“Saya tidak pernah memerintahkan anak buah untuk menutup pintu gate. Semua ada di CCTV,” ujarnya kepada wartawan Selasa (11/10/2022). 

Tak hanya itu, Suko Sutrisno juga mengaku ganjil dengan tudingan tersebut, sebab semua sistem pintu di stadion Kanjuruhan dikunci dari dalam, tidak ada pintu yang dapat  digembok dari luar stadion. Lagi pula, saat pertandingan berlangsung semua pintu di tempat itu tak ada yang dikunci. 

“Logikanya, bagaimana bisa pintu tertutup dari luar, sedangkan slot pintu ada di dalam?” tanyanya.

Suko Sutrisno adalah salah satu dari enam tersangka tragedi Kanjuruhan yang telah ditetapkan pihak kepolisian. Dia dijadikan tersangka lantaran disebut memerintahkan penjaga pintu stadion untuk meninggalkan lokasi saat peristiwa itu berlangsung

Baca Juga: Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Masih Sesak Napas, Mata Merah Kehitaman, Eh Polisi Nyeletuk: Efek Gas Air Mata itu Kayak Air Sabun Kok!

“Ketiga saudara SS sekuriti officer 359 dan pasal 360. Yang bersangkutan tidak membuat dokumen pertanggungjawaban dan telah memerintahkan steward meninggalkan gerbang pada saat terjadi insiden”kata  Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover