Gawat Ibu-Ibu! Harga Beras Naik, Simak Fakta Lengkapnya Di Sini

Gawat Ibu-Ibu! Harga Beras Naik, Simak Fakta Lengkapnya Di Sini Kredit Foto: Twitter/@_ekokuntahi

Setelah harga telur, mie instan, dan bbm yang mengalami kenaikan. Kini giliran harga beras yang mengalami kenaikan. 

Badan Pangan Dunia (FAO) mencatat harga beras internasional merangkak naik dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan harga sebagai dampak pembatasan ekspor India serta cuaca buruk di sejumlah negara.

Bukan hanya itu, kenaikan harga beras terjadi saat melandainya harga pangan diseluruh dunia. Selain itu, karena kebijakan ekspor India serta ketidakpastian produksi beras di sejumlah negara akibat banjir juga merupakan faktor penyebab harga beras naik. 

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tegaskan KIB Bakal Usung Capres Berasal dari Kalangan Parpol

Di bulan Oktober 2022, secara nasional harga beras mengalami kenaikan yaitu dari Rp12.700 menjadi Rp12.800/kg. Sedangkan beras berjenis premium menjadi Rp10.900 dari Rp10.700/kg.

Adapun fakta lebih detail mengenai kenaikan harga beras: 

  • Operasi Pasar Sedang Dilakukan Oleh Badan Pangan Nasional (BPN) 

Selama bulan ini, Badan Pangan Nasional (BPN) tengah melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga beras dunia. BPN juga mengeluarkan beras bulog sebanyak 200 ribu ton selama bulan ini. 

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan beras untuk masyarakat akan pemerintah penuhi. Paralel bulog pun akan tetap ditugaskan untuk menyerap. 

"Kalau kondisi stok itu aman, hanya harga ini yang harus kita jaga terus. Pak presiden kan bilang jaga inflasi. Kalau ketersediaan aman, tinggal kita jaga harga itu supaya tidak terlalu tinggi," ujar Arief selaku Kepala Badan Pangan Nasional. 

  • Beras Akan Disubsidi Oleh Pemerintah

Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan juga turut berkomentar atas kasus kenaikan harga beras ini. Zulkifli Hasan menjelaskan harga beras di Bulog akan dijamin harganya. Harga beras yang dikeluarkan oleh Bulog tidak akan mengalami perubahan. 

Jika ada kenaikan tentu akan disubsidi oleh pemerintah. Namun, tidak dengan harga beras premium. Sama seperti kasus minyak goreng, beras juga memiliki banyak tipe sehingga masyarakat diperbolehkan memilih jenis beras sesuai dengan kebutuhannya. 

Baca Juga: Bukan Muslim Taat dan Berasal dari Keluarga Kristen, Prabowo Gampang Dibungkam Anies Baswedan Pakai Politik Identitas di Pilpres 2024

  • Diperkirakan Akan Naik Hingga Januari 2023

Kenaikan beras ini diperkirakan akan sampai pada awal tahun 2023. Para pedagang merasa was-was terhadap kenaikan beras ini. Pasalnya saat ini masih masa tanam untuk para petani. Ini artinya baru tiga bulan lagi untuk masa panen dan biasanya akan naik karena stok semakin menipis. 

Kenaikan harga beras biasanya sekitar Rp1.000/kg dan baru diperkirakan turun pada bulan Maret 2023. 

Baca Juga: Anies dan PA 212 Bakal Dirikan Negara Khilafah Jika Menang Pilpres, Apa Benar?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover