Kondisi Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Memprihatinkan, Kemensos Desak Turun Tangan Beri Santunan: Jangan Sampai Mereka Dilupakan!

Kondisi Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Memprihatinkan, Kemensos Desak Turun Tangan Beri Santunan: Jangan Sampai Mereka Dilupakan! Kredit Foto: Ari Bowo Sucipto/Antara

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) segera turun tangan membantu ratusan korban selamat tragedi Kanjuruhan, diamana kondisi kesehatan sejumalah korban selama hingga kini masih memprihatinkan, mereka mengalami sesak napas hingga mata yang masih memerah hingga kehitaman diduga efek gas air mata. 

"Sudah sepatutnya Kemensos gunakan instrumen Permensos Nomor 04 Tahun 2015 soal santunan Rp5 juta bagi korban luka berat, di mana hal itulah yang dialami oleh banyak korban tragedi Kanjuruhan. Jangan sampai baru 10 hari berlalu, para korban luka seolah dilupakan meskipun luka fisik dan psikisnya masih terus mereka rasakan," ujar Hidayat dalam keterangannya, Rabu (12/10/2022).

Baca Juga: Wanita Penjual Dawet yang Bikin Geger Gegara Bilang Banyak Aremania Tewas Dalam Kondisi Mabuk Ngongol Lagi, Orang Suruhan?

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang per 9 Oktober 2022, jumlah korban tragedi Kanjuruhan mencapai 714 orang. Dari jumlah tersebut, 131 orang meninggal, 583 luka-luka, dan 33 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari korban selamat ini kata HNW selain sesak napas dan mengalami gangguan pada mata beberapa orang diantaranya justru mengalami hal yang jauh lebih mengerikan, kata HNW sebagaian wajah melepuh diduga karena gas air mata, tak hanya itu ada pula yang mengalam patah kaki,  pusing, mual, dan keluhan medis lainnya. 

"Jika seluruhnya mendapatkan santunan masing-masing Rp 5 juta, maka jumlah yang dibutuhkan hanya Rp 3,2 miliar saja, angka yang tentu relatif kecil bagi anggaran Kemensos, tapi sangat besar artinya bagi bukti kehadiran negara dan sangat membantu para korban," ungkapnya.

Anggota DPR-RI Fraksi PKS ini menambahkan luka yang dialami oleh para korban adalah akibat semprotan gas air mata yang diakui Polri sudah kedaluwarsa. Bahkan, menurut TGIPF dari Menko Polhukam tindakan ini dinyatakan sebagai pelanggaran, dan Komnas HAM menyebutnya sebagai pelanggaran HAM.

Mengenai hal ini, HNW pun mengapresiasi pihak Kepolisian yang telah memberikan sanksi administratif berupa pencopotan dan mutasi kepada sejumlah pejabat dan perwira Polri, juga sanksi pidana dengan penetapan status tersangka kepada enam orang pihak penyelenggara. 

Baca Juga: Teruntuk Aremania, Mohon Dengar Baik-baik Omongan Cucu Nabi Ini: Hati-hati, HTI Sedang Berupaya Tunggangi Tragedi Kanjuruhan!

Di sisi lain, HNW tetap meminta masyarakat agar terus mengawal penyelidikan kasus ini. Hal ini guna menghindari kasus serupa terjadi lagi.

"TGIPF harus bekerja serius dan profesional, serta mempertimbangkan temuan dari tim investigatif lainnya seperti Komnas HAM, Tim Advokasi Aremania, Kontras, dan lain-lainnya," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover