Blak-blakan LPSK Soal Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan: Bikin Sesak Napas, Kurang Oksigen, Lemas Hingga Berakhir Kematian!

Blak-blakan LPSK Soal Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan: Bikin Sesak Napas, Kurang Oksigen, Lemas Hingga Berakhir Kematian! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo menyoroti tembakan gas air mata yang dilepaskan aparat dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur 1 Oktober 2022 lalu.

Hasto menyebut tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun penonton adalah awal mula terjadi bencana mengerikan itu. Tembakan bahan kimia yang dilesatkan aparat bikin seisi stadion panik, hal ini yang mereka berhamburan keluar stadion yang kemudian terjebak di sejumlah pintu keluar. 

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Renggut 123 Nyawa, Omongan Anak Buah Iwan Bule Santai Banget: Ini Kehendak Allah

Massa yang panik dan terus berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri justru berujung petaka, mereka malah kehabisan oksigen dan korban jiwa mulai berjatuhan. 

“Penggunaan gas air mata telah menimbulkan kepanikan dan konsentrasi massa di pintu keluar, menyebabkan kurang oksigen, sesak napas, lemas, hingga berakhir kematian. Bahkan, kematian ini juga ada ditimbulkan karena terinjak-injak oleh penonton yang lain,” kata Hasto dalam Konferensi Pers LPSK terkait Tragedi Kanjuruhan Malang, disiarkan di kanal YouTube infolpsk, dipantau dari Jakarta, Kamis (13/10/2022) 

Dalam kesempatan itu, Hasto menduga pihak penyelenggara dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tidak punya persiapan matang untuk menggelar pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya itu, buktinya pihak penyelenggara sama sekali tidak melakukan simulasi penyelamatan diri sebelum pertandingan dimulai.  

“Kedua, penyelenggara pertandingan tidak mematuhi peraturan PSSI Pasal 21 dan Pasal 22, ketiga, aparat keamanan tidak mematuhi peraturan FIFA Pasal 19,” ucap Hasto.

Peraturan ini, tutur Hasto melanjutkan, tentang larangan untuk membawa ataupun menggunakan senjata api maupun gas, termasuk gas air mata.

Baca Juga: Kejinya Orang PSI! Jadi Penjual Dawet Gadungan, Terus Fitanah Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan, Kadernya Mas Giring Memang Nir Empati!

“Bahkan, kita mendengar bahwa Kapolres tidak tahu ada larangan itu dari FIFA,” ucap Hasto.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover