Mendongkrak Elektabilitas Mbak Puan: Nggak Cuma Pasang Baliho Lagi

Mendongkrak Elektabilitas Mbak Puan: Nggak Cuma Pasang Baliho Lagi Kredit Foto: Istimewa

Isu terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih terus hangat diperbincangkan, khususnya terkait sosok-sosok yang dinilai memiliki peluang untuk maju sebagai capres. Salah satu sosok yang kerap disebut-sebut sebagai bakal capres pada 2024 adalah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Semua tahu Puan adalah sosok yang memiliki darah pemimpin di Tanah Air. Ia adalah putri dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, sekaligus cucu dari Presiden Pertama RI, Proklamator Ir. Soekarno. Puan juga merupakan salah satu kader elit di PDIP yang dipimpin oleh ibundanya. Jabatannya kini di DPR juga membuktikan dirinya bukanlah sosok sembarangan.

Meski begitu, Puan bukanlah salah satu di antara sosok-sosok di bursa capres yang memiliki elektabilitas tinggi. Selama ini, survei-survei yang mengkaji terkait pencapresan selalu menempatkan Puan di urutan bawah dengan persentase yang kecil, berbanding jauh dengan koleganya di PDIP Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang selalu masuk di tiga besar bersama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga: Puan Maharani: Calon Kuat Politisi Perempuan dalam Pemilihan Presiden RI 2024

Namun, Puan sebenarnya memiliki keuntungan tersendiri, salah satunya adalah rumor terkait kencangnya dukungan para elit PDIP terhadapnya untuk maju menduduki kursi Presiden RI yang bahkan sampai membuat kisruh internal partai Banteng tersebut. Yang saat ini dibutuhkan Puan tentunya adalah mendongkrak tingkat elektabilitasnya agar dapat bersaing dengan calon-calon unggulan lainnya, termasuk Ganjar.

Salah satu usaha Puan yang selama ini sudah gencar dilaksanakan adalah pemasangan Baliho dirinya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini sempat dikonfirmasi oleh salah satu pentolan PDIP Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul pada September lalu. Saat itu, ia membenarkan bahwa terdapat rapat Anggota Fraksi PDIP DPR RI tentang arahan pemasangan baliho Puan yang awalnya diusulkan para kader, namun akhirnya diresmikan untuk menjadi tugas anggota fraksi.

"Itu kan awalnya datang usulan dari kawan-kawan anggota fraksi waktu ngumpul di lantai 7, kemudian kami sepakat dibawa ke rapat pleno fraksi, terus diputuskan bersama. Terus kalau ada yang mempersepsikan bahwa itu untuk menaikkan elektoral Mbak Puan ya monggo saja, enggak ada masalah," ujarnya seperti dilansir dariĀ CNNIndonesia.com, Rabu (27/10/2021).

Meski begitu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno justru menganggap bahwa mendongkrak elektabilitas melalui baliho saja tidaklah cukup. Ia menilai, justru kedudukannya di kursi Ketua DPR RI lah yang seharusnya menjadi senjata terkuatnya untuk menyasar popularitas di tengah masyarakat. Ia seharusnya lebih bekerja keras sebagai Ketua DPR RI agar dikenal masyarakat melalui kinerjanya, bukan dari personal semata.

"Misalnya (Puan) meminta DPR mendonasikan 80 persen gajinya kepada mereka yang terdampak (pandemi Covid-19). Wah itu akan meningkatkan elektabilitas," kata Adi mencontohkan, dikutip dariĀ CNNIndonesia.com, Rabu (27/10/2021).

Hal tersebut nyatanya secara tidak langsung memang disadari oleh Puan. Beberapa waktu belakangan, Puan yang dikenal tidak terlalu sering tersorot publik kini begitu gencar dalam menunjukkan tajinya. Mulai dari gencar berpendapat sebagai perwakilan rakyat di DPR RI, menyapa warga, hingga mengkritik pemerintah. Puan terlihat lebih memperhatikan apa yang terjadi di tengah masyarakat saat ini dibandingkan sebelumnya, tepatnya sejak isu moncernya elektabilitas Ganjar.

Adi Prayitno juga turut menyoroti hal ini. Sejauh ini, Puan tidak terlalu banyak terlihat kinerjanya, bahkan popularitasnya pun tak tampak di masyarakat. Sejak nama Ganjar mencuat sebagai capres potensial, barulah Puan terlihat mulai turut ke lapangan.

"Setelah mengetahui hal tersebut Puan baru tampak jelas melakukan kerja-kerja politiknya, misalnya melakukan kunjungan ke bawah dan memasang baliho di mana-mana. Kalau Puan turun terus ke lapangan dan melakukan road show ke mana-mana tentu elektabilitas dan popularitas bisa bersaing menuju Pilpres 2024," kata Adi pada 17 Oktober lalu, dikutip GenPI.co, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Jamiluddin Ritonga: Ganjar Si Gubernur Medsos Unggul Atas Puan Si Ratu Baliho

Hal senada juga diungkapkan oleh Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman. Menurutnya, kedudukan Puan di kursi Ketua DPR RI sangat mungkin untuk membantunya mendongkrak popularitas. Ikrama meyakini Puan akan mampu menyaingi lawan-lawan politiknya bila ia mampu untuk mengapitalisasi posisinya tersebut untuk menarik perhatian rakyat.

"Dia memang harus tampil kepada publik, di satu sisi hal ini tidak terlepaskan karena posisi dia sebagai pejabat publik. Saya kira sebenarnya banyak momentum yang bisa dimanfaatkan Puan. Perlu diketahui, publik saat ini lebih tertarik dengan sosok-sosok yang dirasa memiliki kedekatan dengan masyarakat. Mau hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, baik vaksinasi, pembagian donasi, kerja sosial, dan lain-lain," terangnya kepada wartawan pada Minggu (24/10/2021).

Puan sendiri kini terlihat seringkali bersuara terkait apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Contoh saja adalah ketika polemik soal mahalnya tarif tes PCR sebagai syarat naik pesawat yang mana dinilai membebani rakyat. Puan merupakan salah satu sosok yang bersuara paling lantang menuntut pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini mewakili suara rakyat.

Belum lagi soal dukungannya terhadap kenaikan Upah Minimum pada 2022 yang mana bisa menguntungkan kaum buruh. Ia lantang mendorong Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memperhatikan hal tersebut agar memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia tahu bahwa hal tersebut merupakan harapan para buruh yang mana harus dipertimbangkan oleh pemerintah.

Tak hanya itu, Puan juga pandai dalam memperhatikan celah-celah yang dapat ia susupi di tengah masyarakat, salah satunya adalah jelinya Puan untuk turut tampil dalam hal-hal yang digandrungi masyarakat. Pada perhelatan Thomas Cup 2021 yang dimenangkan Indonesia, Puan turut mengungkapkan kebanggaannya atas para atlet bulu tangkis Indonesia.

Adapun seperti diketahui, bendera Merah Putih sempat tidak berkibar saat para pemenang naik ke podium akibat sanksi WADA. Puan pun turut bersuara terkait hal ini dan mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi supaya sanksi tersebut dicabut.

Kemudian, Puan juga tampaknya jeli melihat basis penggemar grup musik asal Korea Selatan BTS begitu besar di Indonesia. Saat itu, BTS yang turut hadir dalam Sidang ke-76 Majelis Umum PBB diapresiasi oleh Puan. Ia berpendapat bahwa kehadiran BTS yang kreatif dan memanfaatkan waktunya untuk berada di jalur positif dapat menginspirasi anak muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Adapula Puan turut bersuara terkait kasus selebgram Rachel Vennya yang melanggar aturan karantina Covid-19 setelah dirinya pulang dari Amerika Serikat yang mana menimbulkan banyak kecaman dari masyarakat. Saat itu Puan juga turut mengecam tindakan Rachel dan menuntut pemerintah agar bersikap tegas terhadap Rachel.

Baca Juga: Keras! Puan Maharani Kritik Kebijakan Wajib Tes PCR: Ini Harus....

Tak hanya dalam berpendapat, Puan juga pintar dalam memanfaatkan ketokohan Presiden Jokowi dengan ikut blusukan keliling Papua. Langkah ini merupakan strategi jitu untuk menaikkan popularitasnya lewat popularitas Jokowi. Hal ini seperti dikatakan oleh Pengamat Politik Ujang Komarudin.

"Jika ikut menempel Presiden, tentu harapannya popularitasnya naik dan perlahan elektabilitasnya akan terkerek," kata Ujang dilansir dari Genpi.co, Rabu (27/10/2021).

Hal senada juga diungkapkan oleh Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. Menurutnya, strategi Puan tersebut efektif untuk mendongkrak elektabilitas Puan yang kini tertinggal jauh oleh tokoh-tokoh di bursa capres lainnya. Ia menilai Puan dapat memperoleh tambahan dukungan dari para loyalis Jokowi.

"Cara ini efektif karena Pak Jokowi masih banyak loyalisnya. Elektabilitas Puan Maharani otomatis akan naik sendiri," ungkapnya dikutip dari Genpi.co, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Eng-Ing-Eng, Benar-Benar Kejadian, Jokowi Bertemu Mbak Puan, Yang Dibahas Soal Berat-Berat!

Dalam beberapa bulan terakhir, Puan juga rutin melakukan pemantauan langsung terhadap proses vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah, khususnya daerah padat penduduk seperti Jakarta. Menurut Adi Prayitno, aksi Puan tersebut sangat efektif dalam memaksimalkan kinerja pemerintah sekaligus mendongkrak elektabilitasnya. Pandangan publik pun akan semakin positif terhadap dirinya.

"Satu sisi performa kerja Puan akan semakin maksimal dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR. Sisi lain tentu menyasar dampak positif soal persepsi publik yang semakin positif," ujar Adi.

Baru-baru ini pun, Puan baru saja memamerkan prestasi DPR RI yang dipimpinnya yang berhasil meraih Predikat Badan Publik Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Hal ini menurutnya adalah bukti dari keterbukaan parlemen yang menjadi prinsip DPR dalam bekerja.

"Terima kasih atas anugera yang diberikan Komisi Informasi Pusat untuk DPR sebagai Badan Publik Informatif. Ini bukti dari keterbukaan parlemen yang menjadi prinspi kami bekerja," kata Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Puan tampaknya masih memiliki potensi untuk dapat menyaingi bakal capres lainnya, termasuk Ganjar. Terlebih, baik Puan maupun Ganjar sama-sama masih belum memiliki prestasi di tingkat nasional, sehingga dapat dikatakan keduanya seimbang. Hal ini seperti pernah diungkapkan oleh Pengamat Politik Jamiluddin Ritonga.

"Jadi, Puan dan Ganjar dilihat dari prestasi tampaknya seimbang. Keduanya sama-sama kurang berprestasi di level nasional," tukasnya dilansir dari GenPI.co, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Potensi Mbak Puan Dibongkar Pengamat: Puan Berpotensi Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2024

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini