Kemarin Katanya Dibanting dan Diperkosa Sekarang Beda Lagi, Ibu Putri Bilang Digrepe-grepe Brigadir J Pas Lagi Tidur Pakai Celana Pendek

Kemarin Katanya Dibanting dan Diperkosa Sekarang Beda Lagi, Ibu Putri Bilang Digrepe-grepe Brigadir J Pas Lagi Tidur Pakai Celana Pendek Kredit Foto: Yohanes A Kopong Corebima

Kubu Ferdy Sambo tetap ngotot mempertahankan isu pelecehan seksual  kepada Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Desas desus Pelecehan seksual ini kembali diceritakan salah satu eks anak buah Ferdy Sambo, Benny Ali, eks  Karo Provos Divisi Propam Polri. Benny sendiri mendapatkan cerita itu dari Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Cerita Benny tertuang dalam berkas dakwaan Hendra Kurniawan selaku tersangka obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

Dalam dakwaan Hendra, tidak ditemukan cerita pelecehan sebagaimana yang pernah diutarakan Ferdy Sambo tempo hari, dimana dia mengaku Istrinya sempat di banting dan diperkosa.

Baca Juga: Ternyata Oh Ternyata, Irjen Teddy Minahasa Berkomplot dengan 4 Oknum Polisi Buat Jualan Sabu, Biadabnya Nggak Kira-kira!

Dalam dakwaan Hendra disebutkan, Putri Candrawathi dilecehkan saat dirinya sedang beristirahat di kamarnya di rumah pribadi Magelang, Jawa Tengah. .

"Putri Candrawathi menceritakan kepada Benny Ali benar telah terjadi pelecehan terhadap diri Putri Candrawathi di saat sedang beristirahat di dalam kamarnya, di mana sewaktu kejadian Putri Candrawathi juga menggunakan baju tidur celana pendek," demikian  bunyi petikan dalam berkas dakwaan Hendra dikutip Populis.id Jumat (14/10/2022).

Putri yang sedang beristirahat, lanjut Benny dalam dakwaan Hendra sontok terbangun dari tidurnya ketika Brigadir J merabah beberapa anggota tubuhnya. 

"Benny Ali melanjutkan ceritanya dan mengatakan permasalahannya korban Nofriansyah Yosua Hutabarat telah memasuki kamar Putri Candrawathi dan sedang meraba paha sampai mengenai kemaluan Putri Candrawathi," tuturnya.

Menyadari ada yang tak beres, Putri lantas berteriak minta tolong. Namun Putri tak bisa berbuat banyak karena dirinya ditodong senjata api dan dicekik oleh Brigadir J.

Baca Juga: Baru Terungkap, Kematian Massal dalam Stadion Kanjuruhan Benar-benar Bikin Bergidik: Ada yang Tewas Saat Beri Napas Buatan ke Temannya

Tak sampai disitu Brigadir J disebutkan memaksa Putri membuka kancing bajunya. Namun Putri justru berteriak histeris yang membuat Brigadir J panik dan langsung keluar kamar

“Panik dan keluar dari kamar,” dan saat itu juga bertemu dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu sehingga terjadi tembak menembak," tulis dakwaan tersebut.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover