Meski demikian, Ali mengakui bahwa Capres-Cawapres masih perlu dibahas dengan Calon parpol koalisi. Saat ini, misalnya, NasDem tengah menjajaki Demokrat dan PKS.
Ia juga menyadari ada keinginan dari Demokrat untuk memasangkan Ketumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Anies, sementara PKS mungkin punya kepentingan lain. Namun menurut Ali, NasDem mengedepankan politik kebangsaan sehingga tak masalah apabila bakal Cawapres Anies bukan berasal dari Parpol koalisi.
“Politik kita bagaimana Anies ini jadi presiden dengan pasangannya, kemudian nanti sirkulasi kekuasaan itu diatur parpol. Kalau kemudian kita kuat-kuatan untuk bekerja mengusung calon harus dari parpol] apa yang terjadi?” ujar dia.
“Kepercayaan masyarakat terhadap Parpol, generasi milenial yang hari ini jumlahnya begitu banyak akan semakin jauh dengan parpol. Pada akhirnya, anak muda kita tidak ada lagi keberanian untuk bermimpi jadi pemimpin di negeri ini karena ada pandangan Parpol lah yang pas untuk memimpin negeri ini,” tambah dia.