Wadaw.. Dulu Dukung Ahok Dibilang Penista Agama, Kini Dukung Anies Dibilang Kadrun, Surya Paloh Heran: Paling Lucu Bangsa Ini!

Wadaw.. Dulu Dukung Ahok Dibilang Penista Agama, Kini Dukung Anies Dibilang Kadrun, Surya Paloh Heran: Paling Lucu Bangsa Ini! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyampaikan keheranannya karena menerima tudingan berbeda saat mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan dalam waktu yang berbeda.

Surya Paloh curhat bahwa saat Partai NasDem mendukung Ahok di Pilkada 2017, dirinya dibilang sebagai penista agama.

Baca Juga: Banyak Politisi Sok Tahu Anggap Anies dan Jokowi Bertengkar, Elite NasDem: Mereka Sahabat..

Namun, kini setelah dirinya mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Surya Paloh justru disebut sebagai kadrun.

Curahan hati pria yang juga merupakan pengusaha media tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi kebangsaan bersama guru besar di NasDem Tower, Sabtu (22/10/2022).

Ia mengatakan, “Dulu saya dukung Ahok karena saya konfiden beliau yang terbaik di waktu itu buat memperkuat nilai-nilai kebangsaan.”

“Nah, sekarang saya dukung Anies yang waktu ini saya anggap tepat buat memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya menandaskan.

Setelah itu, ia mengaku heran dengan tudingan yang disematkan kepada partai politiknya itu dengan mengatakan, “Kan aneh, dukung Ahok saya dibilang penista agama. Sekarang dukung Anies dibilang ini baru jadi kadrun.”

Saat disebut sebagai penista agama, Surya Paloh mengaku dirinya tidak terima karena ia merupakan seorang muslim yang telah dididik sejak kecil.

Baca Juga: Dalam Sehari Aduan di Jaki Mencapai 100. Meja Pengaduan Hanya 83 Dalam Sehari, Kok Bisa Jauh Banget?

Surya Paloh menyampaikan, “Saya mengalami pengalaman Pemilu lalu dianggap partai penista agama. Saya dididik dengan kemusliman, dengan keimanan saya, keyakinan saya.”

“Terbayang wajah almarhumah ibu saya, orang tua saya. Partai penista agama, itu yang masih saya enggak terima, karena mendukung Ahok,” lanjutnya.

Kini, sebutan partai penista agama hilang, tapi berubah menjadi kadrun. Ia pun merasa lucu dengan bangsa ini.

“Nasib saya ini bagaimana saya bilang. Paling lucu bangsa ini. Dewasakah kita? Jawab sendiri,” tegas Surya Paloh.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover