Orangnya Ibu Mega Minta Heru Budi Acak-acak Rumah Warga di Bantaran Kali: Harus Digusur Itu!

Orangnya Ibu Mega Minta Heru Budi Acak-acak Rumah Warga di Bantaran Kali: Harus Digusur Itu! Kredit Foto: Yohanes A Kopong Corebima

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono meminta Penjabat Gubernur (Pj) DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk menertibkan permukiman liar di seluruh bantaran kali dan sungai yang ada di Jakarta, hal ini dilakukan sebagai upaya pengendalian banjir yang gagal dibereskan Anies Baswedan selama lima tahun memerintah Jakarta. 

Menurut Gembong, masalah banjir Jakarta mustahil teratasi jika penertiban dan penggusuran di bantaran kali dan sungai tak dilakukan. Permukiman liar di area ini disebut sebagai pemicu banjir karena karena pendangkalan dan penyempitan lebar kali dan sungai, untuk itu warga yang mendiami kawasan itu mesti direlokasi ke tempat lain yang lebih layak, agar program normalisasi dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga: Cewek Bercadar Bawa Senpi Terobos Istana Presiden. Orang Demokrat Nyeletuk: Tandanya Banyak Masyarakat yang Tidak Sejalan dengan Pemerintah!

"Ya nggak mungkin kalau tidak dilakukan penggusuran. Nggak mungkin. Ya, bagaimana caranya. Orang kali kita udah menyempit. Normalisasi itu kan mengembalikan pada trase, pada trase yang sebenarnya," kata Gembong kepada wartawan Selasa (25/10/2022). 

"Kalau nggak dilakukan penggusuran kan nggak mungkin. Atau bahasanya relokasi atau penggeseran atau apapun yang ujungnya bagaimana melakukan penggusuran warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai," tambahnya. 

Anak buah Megawati Soekarnoputri ini  menjelaskan, penggusuran warga yang tinggal di bantaran sungai akan menyelesaikan dua masalah sekaligus. Yakni menyelesaikan masalah banjir dan menyelesaikan masalah pemukiman kumuh di Jakarta. 

"Kan bisa menyelesaikan dua masalah sekaligus. Pertama: pengentasan banjirnya, kedua: penataan pemukiman di bantaran sungai . Itu kan penting. Jadi Pemprov punya kewajiban untuk menaikan harkat dan martabat masyarakat yang tinggal di bantaran sungai itu," ujarnya. 

Baca Juga: Saksi Sebut Putri Candrawathi Ikut Tembak Brigadir J Pakai Senjata Api Buatan Jerman, Febri Diansyah Langsung Teriak-teriak: Fitnah Keji!

Yang terpenting, kata dia, adalah komunikasi yang baik antara Pemprov DKI Jakarta dengan warga yang tinggal di bantaran kali. Menurut dia, bila komunikasi antara warga dengan Pemprov DKI berjalan baik, masalah lahan di bantaran kali bisa selesai. 

"Tergantung komunikasi antara Pemprov dengan para pemilik lahan yang akan direlokasi. Maka komunikasi itu jadi penting. Kalau terjadi komunikasi yang baik maka mereka juga pasti rela untuk memberikan lahan yang dia punya untuk kepentingan pembangunan Jakarta. Tapi kuncinya komunikasi," ungkapnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover