Heru Budi Malas Pakai TGUPP, Ade Armando Nyeletuk: Kita Layak Bahagia Kalau Mereka Dibubarkan, Karena Hanya Jadi Tim Loyalis Pembela Anies!

Heru Budi Malas Pakai TGUPP, Ade Armando Nyeletuk: Kita Layak Bahagia Kalau Mereka Dibubarkan, Karena Hanya Jadi Tim Loyalis Pembela Anies! Kredit Foto: Istimewa

Pegiat media sosial sekaligus Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengaku masyarakat Jakarta bakal sangat bahagia  jika pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi membubarkan  Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) warisan Anies Baswedan. 

"Jadi kalau sekarang akhirnya TGUPP di Pemprov DKI dinyatakan dibubarkan, kita semua layak bahagia. Sudah waktunya," kata Ade Armando dalam sebuah video yang tayang di saluran YouTube Cokro TV dikutip Populis.id Kamis (27/10/2022). 

Baca Juga: Blak-blakan, Heru Budi Mengaku Nggak Butuh TGUPP Warisan Anies Baswedan, Siap Dibubarkan Nih?

Heru Budi sendiri sudah blak-blakan mengakui jika dirinya memang tak terlalu membutuhkan kehadiran TGUPP, sebab berbagai masalah di Jakarta masih bisa dikerjakan oleh masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI. 

Terkait itu Ade mengatakan hal itu memang wajar,sebab tim yang memiliki anggota hingga 73 orang itu kata dia selama lima tahun ini memang tidak menunjukan hasil kerja yang signifikan. Atau dengan kata lain TGUPP bentukan Anies Baswedan itu memang tak punya prestasi mentereng. 

"Ketua TGUPP diisi oleh Amin Subekti. Di bawah Amin ada 4 bidang. Bidang respon strategis, bidang hukum dan pencegahan korupsi, bidang pengelolaan pesisir serta bidang ekonomi dan percepatan pembangunan. Kalau dilihat dari nama-nama bidangnya sih terkesan keren. Tapi masalahnya kekerenan itu tidak tercermin pada hasil kerjanya," tuturnya. 

TGUPP era Anies Baswedan lanjut Ade sama saja seperti kelompok loyalis yang siap membela atasannya, sebab mereka terkesan sama sekali tidak bekerja, mirisnya kata dia mereka digaji besar, dimana gaji mereka diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tapi miskin prestasi. 

Baca Juga: Heru Budi Pecat Dirut MRT yang Baru 3 Bulan Dilantik Anies Baswedan, PDIP Langsung Tepuk Tangan, Sebut-sebut Imam Salat!

Hal ini kata Ade berbanding  terbalik dengan TGUPP era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dimana anggota TGUPP hanya berjumlah 15 orang yang digaji dari uang tunjangan operasional Gubernur. TGUPP era Ahok lanjutnya sukses menorehkan berbagai hasil kerja yang memuaskan. 

"Dari situ saja kita bisa bertanya, kalau itu yang menjadi tanggung jawab TGUPP, kenapa harus ada 73 orang. Jumlah 15 orang di masa Ahok, sudah lebih dari cukup. Jadi kesannya memang sekedar bagi-bagi rezeki atau membangun tim loyalis pembela Anies," tandas Ade Armando.

Terkait

Terpopuler

Terkini