Ukhti Koboi Terobos Istana Presiden, Murid Tertua Rizieq Shihab Teriak Lantang, Kata-katanya Nyelekit Abis!

Ukhti Koboi Terobos Istana Presiden, Murid Tertua Rizieq Shihab Teriak Lantang, Kata-katanya Nyelekit Abis! Kredit Foto: Twitter/@Miduk17

Murid tertua Habib Rizieq Shihab Novel Bamukmin angkat bicara  mengomentari aksi Siti Elina Ukhti bercadar yang menodong paspampres dan mencoba menerobos Istana Presiden pada Selasa (25/10/2022) lalu. 

Menurut Novel peristiwa itu hanya drama yang sengaja disetting pihak tertentu untuk  mengalihkan berbagai isu besar yang tengah terjadi saat ini. Pengalihan isu dengan drama terorisme settingan  kata Novel sudah kerap terjadi di Indonesia, untuk itu dia mengaku sama  sekali tak kaget dengan kasus ukhti koboi ini.

Baca Juga: Omongan Polisi Soal Ukhti Koboi yang Todong Paspampres dan Serobot Istana Dibantah Habis-habisan: Dia Nggak Suka HTI, Kurang Radikal!

“(Dikaitkan teroris) Ini sih diduga hanya cerita basi yang selalu terulang Ya sudah diduga rekayasa untuk pengalihan isu aksi- aksi demo yang terus berlanjut,” kata Novel kepada kepada wartawan Kamis (27/10/2022). 

Sementara itu Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyebut Siti Elina mengaku nekat menerobos istana presiden dan ingin bertemu Presiden Joko Widodo setelah mendapatkan wangsit sehari sebelumnya.

Wangsit itu kata Aswin Siregar didapatkan Siti Elina lewat mimpi pada malam sebelumnya, di dalam mimpinya ia melihat dirinya masuk neraka gara-gara ideologi pancasila yang dianut sekarang ini salah, yang benar adalah ideologi Islam. 

"Keterangan yang bersangkutan itu seperti mendapat mimpi atau wangsit, mimpi masuk surga dan neraka sehingga sampai pada kesimpulan, harus menegakkan ajaran yang benar. Masih didalami motif yang benar yang bersangkutan apa," katanya saat konferensi pers pada Rabu (26/10/2022).

Aswin Siregar mengatakan, alasan ibu dua anak asal Jakarta Utara ini memang terdengar cukup ganjil untuk itu, pihak Densus 88 anti teror berupaya memanggil psikologi dan psikiater untuk memastikan kesehatan jiwa Siti. 

"Kita menyarankan ketemu Psikolog atau psikiater mendalami kejiwaan yang bersangkutan," terangnya. 

Baca Juga: Adik Brigadir J Soal Bharada Eliezer: Saya Nggak Bisa Dendam, Kita Harus Memaafkannya

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa sesaat setelah peristiwa dilaporkan ke Densus 88, pihaknya langsung menerjunkan tim bergabung ke penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan dan permintaan keterangan.

"Hal ini dilakukan untuk mendalami peristiwa yang terjadi dan rangkaian di belakangnya," tegasnya.

Terkait

Terkini

Populis Discover